Sikabaluan Canangnews,Dana khusus penanganan Covid 19 yang sudah di Refocusing menjadi tanda tanya bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mentawai.


Pasalnya anggaran yang berkisar Rp 27 Miliar dihabiskan untuk penanganan Covid 19 oleh sebagian Organisasi Perangkat Daerah sampai saat ini tidak ada titik terang kejelasan rincian,gambaran serta dokumentasi apa apa saja yang dianggarkan juga jumlahnya.

Maru Saerejen,anggota DPRD Mentawai dari Partai Gerindra sangat menyayangkan hal tersebut kerena anggaran dengan jumlah yang besar tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

"Dikemanakan anggaran sebesar itu hingga petugas dilapangan tidak makan dan jadi korban sementara pada rapat dengar pendapat (RDP) dari organisasi perangkat daerah (OPD) anggaran tersebut sudah dimanfaatkan namun tidak demikian adanya pada saat dilapangan" ungkapnya kepada awak media saat dimintai keterangan Minggu 25/10/20.

Dilanjutkannya,bahwa hal seperti demikianlah yang membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mentawai menyimpulkan bahwa wabah dimanfaatkan sebagai anggaran pesta pora semata saja.

"Jika wabah ini dimanfaatkan sebagai ajang mendapatkan keuntungan diri sendiri itu yang tidak benar lagi" tegas Maru.

Dirinya juga menambahkan bahwa slogan tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan keseriusan dalam mengaplikasikannya.

"Kita akan minta pertanggung jawaban setiap OPD dalam menempilkan dokumentasi rincian pemakaian anggaran khusus penanganan Covid 19 karena Legislatif tidak membutuhkan sekedar laporan diatas kertas karena keluhan masyarakat dilapangan berbanding terbalik seprti yang di cantumkan OPD masing-masing" ucapnya.

Dirinya juga memastikan bahwa tidak ada pemangkasan yang dilakukan oleh Dewan apabila masuk diakal perencanaannya.

Tidak akan mungkin kita mengasese perencanaan yang tidak masuk diakal bagi dewan  Mentawai sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi Legislatif sebagai pengawasan bukan penganggaran.(JS)