Subscribe Us

header ads

Padang Pariaman Berjaya, Terbebas dari Kemiskinan

Catatan Bagindo Yohanes Wempi

SEMENJAK akhir tahun 2019 sampai sekarang penulis sudah melahirkan banyak karya pemikiran yang dimuat media cetak, media online serta di media sosial (medsos). Kesemua karya tulis tersebut merupakan bentuk kecintaan penulis terhadap perbaikan umat, daerah, bangsa dan negara agar berjaya.

Dalam hal ini, penulis lebih suka menulis tentang social-budaya, ekonomi masyarakat dan nilai-nilai keminangkabauan. Kalaupun yang ada berkaitan dengan politik, jumlah atau presentasinya sangat kecil, hanya sekadar memperindah halaman media / medsos.

Alhamdulillah, penulis selama ini dapat menyumbangkan pemikiran dalam bentuk karya tulis. Namun, sesuai saran seorang ustadz senior di Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS), ke depan penulis sebaiknya mengarahkan tema tulisan berkaitan dengan gagasan kesejahteraan, terlebih pada momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020 ini, dengan visi masyarakat berjaya. Ustadz di DPP PKS itu memberi nasihat, “Yohanes Wempi, perbanyaklah memunculkan gagasan untuk memakmurkan masyarakat, siapa tahu mendapat amanah memimpin Kabupaten Padang Pariaman 2021-2024 nanti.

Saran ustadz yang  pernah menjadi calon anggota legislative (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tersebut penulis sikapi secara serius dengan berjanji akan membuat gagasan-gagasan tulisan tentang Padang Pariaman Berjaya sesuai dengan motto yang selalu penulis sampaikan pada setiap kesempatan bersosialiasi di tengah masyarakat.

Menurut pemikiran dan analisa penulis, kita harus menyelamatkan masyarakat Padang Pariaman dari jurang resesi akibat goncangan pandemik corona virus disesase 2019 (covid-19). Mengapa penulis menyatakan demikian? Karena pandemik virus corona ini telah menghancurkan semua sektor yang ada, terutama sektor ekonomi yang menimbulkan efek masyarakat jadi miskin. Secara umum, jika tidak kita selamatkan, warga miskin akan terus bertambah di Padang Pariaman, Sumatra Barat dan Indonesia umumnya.

Oleh karena itu, tiada pilihan lain, kita wajib menjadikan sektor ekonomi ini sebagai proritas pertama dan utama untuk dilaksanakan agar masyarakat Padang Pariaman terbebas dari kemiskinan. Menurut catatan suatu lembaga swadaya masyarakat (LSM), saat ini keadaan warga miskin sangat memprihatinkan. Ke depan penulis wajib mendorong agar sektor ekonomi masyarakat tumbuh menjadi lebih baik ketika amanah tersebut dijalankan.

Prioritas yang tak kalah penting berkaitan dengan kesehatan akibat covid-19. Dalam hal ini, penulis berkomiten agar Padang Pariaman tetap selalu berada di zona hijau, bebas dari pandemik covid-19 tersebut. Jika masyarakat sehat, covid-19 tidak ada lagi, maka rakyat dapat melakukan banyak hal untuk mencapai masyarakat Padang Pariaman berjaya, makmur dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, sektor ekonomi akan selalu tumbuh.

Itu di antara komitmen penulis jika Allah Yang Mahakuasa memberikan kesempatan dan masyarakat memberi amanah memimpin Padang Pariaman nanti. Dengan kata lain, jika diberi kepercayaan sebagai bupati dalam pilkada nanti, penulis menjadikan upaya pengentasan kemiskinan masyarakat menjadi proritas utama dengan menumbuhkan sektor ekonomi melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta program investasi, baik investasi pemerintah di masyarakat maupun investasi para pemodal di Padang Pariaman.

Maka, yang dimaksud dengan gagasan masyarakat Padang Pariaman keluar dari kemiskinan adalah ke depan anggaran daerah diproritaskan seperti memperbaiki rumah warga tidak layak huni secara besar-besaran. Jika diperlukan dianggarkan sampai ratusan milyar seperti Pemda membangun infrsatruktur kantor-kantor dengan anggaran besar.

Di samping membuatkan rumah untuk masyarakat secara besar-besaran, perlu juga diberi bantuan modal usaha, pelatihan / pendampingan agar dapat berusaha untuk meningkatkan perekonian keluarganya agar mereka keluar dari lilitan kemiskinan.

Gagasan untuk membedah / membangun rumah masyarakat miskin akan dilakukan secara proritas, Jika diperlukan gagasan ini diterapkan secara cepat, memasuki tahun kedua kepemimpinan sudah tidak ada lagi, masyarakat Piaman yang tinggal di pondok beralaskan tanah, dinding rumah reot atau tidak ada lagi warga tinggal di gubuk derita seperti lirik lagu dangdut era 90-an.

Seperti sudah diuraikan di atas, sembari memparancak rumah warga miskin, mereka juga dibantu permodalan sesuai dengan keahlian atau keterampilan yang mereka punya. Artinya, warga Padang Pariaman tidak ada lagi yang miskin, lapangan pekerjaan tersedia banyak. Pendapatan masyarakat meningkat.

Kata kuncinya adalah membedah rumah warga, mengeluarkan mereka dari jurang kemiskinan dan secara umum memberdayakan melalui kebijakan pemerintah daerah secara permanen. Dengan demikian, semua sektor ekonomi akan tumbuh pesat, baik di bidang pertanian / peternakan, perikanan / kelautan, perdagangan maupun sektor lainnya.

Penulis berkomitmen meningkatkan pembangunan sumber daya manusia serta membangkitkan pembangunan ekonomi di segala bidang. Dengan kata lain,memproritaskan programnya, tidak seperti kebanyakan kepala daerah periode yang lalu; sibuk membangun infrastuktur dengan anggaran ratusan milyar, malah triliyunan rupiah. (bersambung).

Posting Komentar

0 Komentar