PADANG, CanangNews – Kebersamaan merajut silaturrahim dengan latar kenangan masa-masa bersekolah ternyata membuahkan dampak sosial yang besar. Hal ini dibuktikan oleh Persaudaran Alumni Lapan Ampek (Palam) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Padang. Lapan Ampek (bahasa Minang – red) adalah tahun 1984, saat mereka tamat sekolah.

Berkat kebersamaan yang terjalin, Palam SMAN 2 Padang memotong empat sapi qurban untuk masyarakat di Kawasan Sungai Lareh – Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah – Kota Padang, Sabtu 11 Dzulhijjah 1441 H (1/8/2020). Pelaksanaan qurban mereka pusatkan di Mushalla An-Nur.


Penyembelihan keempat sapi qurban itu dilakukan langsung oleh Penasihat Palam SMAN 2 Padang H Edward Mias Dt Rajo Nando. 

Ketika ditanya wartawan, Ketua Palam '84 SMAN 2 Padang, Zuhendra, mengemukakan, keempat sapi merupakan qurban 27 anggota.  

Pelaksanaan kegiatan berqurban dihadiri puluhan Anggota Palam, baik yang berdomisili di Sumatera Barat maupun yang sengaja datang dari luar daerah seperti Jakarta, Aceh, Sumut dan Riau. Anggota yang hadir tak hanya yang ikut berqurban. Sebaliknya, tidak semua peserta qurban ikut hadir

Didampingi sejumlah alumni seperti Edward Mias, Zuhendra menyebutkan, Alumni SMAN 2 Padang tamatan 1984 berjumlah sekitar 400 orang. Mereka terdiri dari enam lokal Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), tiga lokal Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan satu lokal Jurusan Bahasa.

“Kami semua menyatu dalam semangat persaudaraan tanpa terhalang oleh sekat pangkat, jabatan dan status sosial – ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, daging keempat sapi qurban dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima dengan menyebar 240 kupon. Setiap sapi untuk 60 kupon dengan target setiap penerima mendapat minimal 1,2 kg daging murni plus bagian lainnya.

Selain itu, panitia juga memberi uang tunai Rp25 ribu plus satu gantang (1,8 kg) beras dan 1 liter minyak goreng sari murni kepada setiap penerima daging qurban. Uang itu dimaksudkan untuk pembeli bumbu pemasak daging.

"Bukan sekadar berbeda dibanding tempat lain, kami ingin penerima daging kurban dapat langsung memasak dan menikmatinya. Sebab, boleh jadi ada penerima yang sedang tak punya uang pembeli bumbu," ujar Zuhendra.

Untuk keperluan pemotongan daging, Palam memakai dan membayar jasa beberapa tukang setempat yang ahli dalam pemotongan daging. Hal itu dimaksudkan supaya setiap penerima memperoleh daging secara proporsional.

Sama seperti tahun-tahun lalu, Palam SMAN 2 Padang juga menggelar acara doa dan makan bersama masyarakat usai shalat dzuhur berjamaah di Mushalla An-Nur. Hidangan sekaligus tempat makan mereka gelar beralas daun pisang di teras mushalla.

Untuk beli sapi dan biaya pelaksanaan kegiatan berqurban, panitia menetapkan kontribusi Rp3,25 juta kepada masing-masing peserta qurban. Jika dana ternyata berlebih, akan diserahkan kepada pengurus Palam SMAN 2 Padang untuk tambahan kas.

“Kegiatan ber-qurban ini dilaksanakan Palam sudah yang kesepuluh kali di berbagai lokasi. Jumlah sapi qurban setiap tahun berkisar 4 s/d 8 ekor,” cetus Zuhendra.

Tidak hanya berqurban, Palam SMAN 2 Padang juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial untuk anggota dan masyarakat. Di antaranya sunatan massal secara periodik serta membantu biaya pendidikan anak-anak sesama anggota Palam, baik yang sudah wafat maupun berekonomi lemah. (Zakirman Tanjung)