Subscribe Us

header ads

Derita Pendarahan Otak, Pemkab Padang Pariaman Rujuk Ela ke RSUD


Sungai Limau, CanangNews - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman melalui Dinas Kesehatan merujuk seorang warga Kecamatan Sungai Limau, Arnaila Zahra Maisuri (18 tahun), ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Parikmalintang. Gadis yang biasa disapa Ela ini mengalami perdarahan pada otak sehingga menyebabkan gangguan penglihatan sejak 2 tahun yang lalu. 

Informasi itu dibenarkan Kepala Dinkes Drs H Yutiardy Rivai Apt yang dihubungi wartawan canangnews melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hj Nurhayati Mila SSiT MARS, Senin (17/8/2020) malam. 

Menurut Mila, gadis bersuku Tanjung, eks pelajar dan beralamat di Simpang Limun, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. 

"Proses rujukan dilakukan oleh Pimpinan  Puskesmas Sungai Limau Yusneli Erza STr Keb yang didampingi Dokter Lenny dan Bidan Desa  Dona serta Camat dan Walikorong setempat," ujar Mila.

Berdasarkan keterangan dari orangtua Ela, lanjut dia, awalnya Ela mengalami kecelakaan kecil di sekolah karena terjatuh saat berusaha mengambil bukunya yang ketinggalan di dalam kelas. Ela masuk melalui jendela kelasnya karena pintu kelas sudah terkunci. Setelah kejadian itu, Ela tidak memberitahu kedua orangtuanya, karena ela merasa tidak apa-apa. 

Namun beberapa bulan setelah itu tiba-tiba Ela mengalami gangguan penglihatan yang juga diiringi dengan gangguan pendengaran. Ayah Ela yang hanya bekerja sebagai buruh lepas pun tak dapat berbuat banyak. Orangtuanya pernah membawa Ela ke Rumah Sakit Dr M Djamil Padang. 

Berdasarkan hasil rontgen, dokter menganjurkan Ela untuk operasi. Tetapi saat itu keluarga sempat ragu dan memutuskan membawa Ela pulang. Orangtuanya pun membawa Ela ke pengobatan tradisional dengan harapan dapat menyembuhkan penyakit yang dialami Ela. Tetapi, hasilnya belum juga ada. 

Pada hari Senin 10 Agustus 2020, orangtua membawa Ela ke Puskesmas Sungai Limau karena kondisi Ela yang memburuk. Saat itu, menurut keterangan dari keluarga, Ela sudah 3 hari tidak makan dan minum. Waktu itu, dokter menganjurkan agar merujuk Ela ke rumah sakit. Dokter meminta keluarga Ela datang esok harinya ke puskesmas lagi. 

Ternyata tanggal 11-8-2020 pihak keluarga tidak datang, hingga akhirnya bidan desa datang membesuk untuk memastikan kondisi Ela. Bidan desa menganjurkan agar Ela dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap,karena kondisi Ela yang sudah tidak sadarkan diri. 

Saat itu keluarga masih ragu untuk membawa Ela dengan berbagai pertimbangan, di antaranya kondisi ekonomi keluarga serta adik-adik Ela yang belum mungkin ditinggal. Memang Ela memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat), namun semua itu belum bisa menjamin kebutuhan Ela yang lainnya. Keluarga berjanji untuk bermusyawarah dulu dengan keluarga lainnya. Alhasil, sore itu bidan desa belum berhasil membujuk orangtua Ela. 

Saat malam tiba, bidan desa kembali lagi ke rumah Ela, melakukan pendekatan kepada sepupu Ela yang tinggal tidak jauh. Melalui sepupu inilah akhirnya orangtua mau membawa Ela ke rumah sakit. Mereka berjanji membawa Ela esok harinya. Semua kebutuhan Ela akan disiapkan keluarga malam itu. 

Keesokan harinya, Jumat 14 Agustus 2020, Kepala Puskesmas Sungai Limau Yusnelly Erza STr. Keb, dr Lenny dan Bides Dona datang dengan mobil ambulans untuk menjemput dan membawa Ela ke RSUD Parikmalintang atas instruksi Kepala Dinkes Kabupaten Padang Pariaman. 

Kedatangan Ela di RSUD ditunggu Kepala Dinkes Yutiardy, Kabid Kesmas Nurhayati Mila beserta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Yusrita di pintu Instalasi Gawat Darurat ,(IGD). Mereka turun langsung untuk memastikan Ela mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik. 

"Kami memberikan motivasi kepada keluarga agar mengikuti anjuran dokter demi kesembuhan Ela," kata Nurhayati Mila mengakhiri penjelasan. (ZT)

Posting Komentar

0 Komentar