Sijunjung Canangnews,Motivator Nasional Dr. Aqua Dwipayana memberikan kunci penting demi mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan  menarik bagi peserta didik. Yakni para pendidik harus menyampaikan komunikasi secara menarik dan efektif kepada peserta didiknya.

Ditambahkannya, bahwa tiap pendidik harus selalu mengedepankan nurani dan sikap rendah hati selama proses pendidikan berlangsung.

"Maka setiap guru atau dosen harus mampu menciptakan iklim komunikatif. Guru hendaknya memperlakukan siswa sebagai individu yang berbeda-beda, yang memerlukan pelayanan yang berbeda pula, karena siswa mempunyai karakteristik yang unik, memiliki kemampuan yang berbeda, minat yang berbeda, memerlukan kebebasan memilih yang sesuai dengan dirinya dan merupakan pribadi yang aktif,". 

Hal tersebut disampaikan Aqua Dwipayana dalam acara webinar 'Membangun Komunikasi Efektif Dalam Rangka Mencapai Kesuksesan Proses Belajar Mengajar di Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Bung Hatta Padang, Minggu (12/7'/2020).

"Untuk itulah kemampuan berkomunikasi guru dalam kegiatan pembelajaran sangat diperlukan,” tambah dia.

Sementara Dekan FTI Universitas Bung Hatta, Dr Hidayat, tidak menyangka jumlah peserta diskusi hampir melebihi target. Bahkan sejumlah peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.

“Mayoritas yang mendaftar adalah guru termasuk kepala sekolah yang jumlah 50,1 persen peserta dari total peserta. Kemudian mahasiswa (21,1 persen) dan dosen (16,7 persen). Lainnya adalah siswa dan para karyawan," ujar Hidayat.

Sebab, pada mulanya panitia hanya menargetkan peserta sebanyak 500 orang sesuai kapasitas zoom. Namun peminatnya acara diskusi ini membeludak.

Hidayat menambahkan bahwa panitia memutuskan mengadakan live streaming di Youtube. "Mereka yang lewat saluran ini tetap bisa memberikan respons atau pertanyaan melalui chat" tuturnya di amini oleh rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni.

Aqua Dwipayana yang juga seorang konsultan komunikasi tersohor itu menuturkan bahwa dalam membangun komunikasi yang efektif, seseorang harus memiliki karakter yang kokoh yang dibangun dari integritas pribadi yang kuat. Sebab seorang pendidik akan terus disorot oleh peserta didik. 

"Oleh karena itu, apabila Anda seorang pendidik diharapkan bisa menjadi teladan yang baik bagi peserta didik dalam setiap perilakunya,” ucap Aqua. 

Aqua menambahkan, setiap pendidik juga harus memiliki empat kompetensi dalam proses belajar mengajar. 

Pertama, kompetensi pedagogik yakni kemampuan terkait dengan proses pembelajaran. Kedua, kompetensi kepribadian yakni kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. 

“Ketiga adalah kompetensi profesional dan terakhir kompetensi sosial yang berkaitan dengan kemampuan guru untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien,” ujar Aqua.

Ia menekankan bahwa efektivitas komunikasi dapat dijalankan dengan rumus REACH Plus A. Hal itu mengacu lima aspek yakni respect atau perhatian yaitu di mana saja, kapan pun, kepada siapa pun selalu menghormati jangan meremehkan. 

Kemudian Empati atau bisa menempatkan diri yaitu bagaimana merasakan apa yang dirasakan orang lain dengan melayani dengan optimal dan standar tidak ada perbedaan.

“Selanjutnya audible atau dimengerti yaitu bisa menyesuaikan diri di mana pun berada. Clarity atau terpahami, dalam beretika komunikasi gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Terakhir humble atau rendah hati, tidak ada yang perlu disombongkan. Semuanya kemudian dilengkapi dengan huruf ‘A’ yakni action atau Tindakan nyata dan cepat,” jelas Aqua.

Di tengah diskusi itu, Aqua sempat memutarkan lima film yang mengisahkan dedikasi seorang guru yang memilki nurani terhadap seorang yang sudah tua namun masih memiliki tekad kuat untuk belajar.

“Jangan pernah berhenti untuk belajar baik secara formal maupun informal. Belajar tentu bukan untuk mengejar gelar tapi semakin meningkatkan kapasitas keilmuan. Ingat kualitas seseorang bukan pada berjejernya gelar tapi pada caranya berkomunikasi,” kata Aqua Dwipayana. (TJP)