Subscribe Us

header ads

Nagari III Koto Aur Malintang, Pesona dan Inovasi di Utara Padang Pariaman


NAGARI adalah kesatuan masyarakat hukum adat yang memiliki batas-batas wilayah tertentu dan berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul Adat Minangkabau. Sebagai wilayah otonom, tingkat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pada masing-masing nagari sangat ditentukan oleh masyarakat dan pemerintahan nagari yang bersangkutan. 

Tingkat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat tersebut tidak ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia.

Terkait dengan kondisi tersebut. tentu dibutuhkan aparatur emerintahan nagari yang profesional, yang mampu menggali dan mengelola berbagai potensi yang ada serta bisa mengayomi semua pemangku kepentingan. Peran sentral pemerintahan nagari terletak pada walinagari. Dengan demikian keberhasilan nagari sebagai wilayah otonom menjadi maju dan sejahtera sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetensi walinagari.

Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, merupakan satu di antara 103 nagari di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Pada Tahun 2011 lalu nagari ini dimekarkan menjadi empat wilayah pemerintahan nagari. Yaitu Nagari III Koto Aur Malintang (induk) dengan pusat pemerintahan di Batu Basa, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan dengan pusat pemerintahan di Aur Malintang, Nagari III Koto Aur Malintang Utara dengan pusat pemerintahan di Padang Lariang dan Nagari III Koto Aur Malintang Timur dengan pusat pemerintahan di Durian Jantuang.

Walaupun telah dilakukan pemekaran, sebagai induk Nagari III Koto Aur Malintang merupakan pusat Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang menaungi tiga nagari pemekaran
.
Nagari ini mempunyai luas wilayah 35 km² dengan topografi berbukit-bukit serta berada pada ketinggian rata-rata 500 meter di atas permukaan laut. Suhu udara berkisar antara 25°C – 30°C. Sedangkan curah hujan berkisar antara 2.000 – 3.000 mm pertahun.

Setelah pemekaran, nagari ini terdiri dari enam korong, yaitu Kampuang Jambu dengan jumlah penduduk 1.030 jiwa, Kampuang Pinang (1.900 jiwa), Kampuang Padang  (2.286 jiwa), Kampuang Surau (886 jiwa), Koto Kaciak (1.518 jiwa) dan Kampuang Beringin (1.088 jiwa).

Walaupun memiliki wilayah yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang cukup besar, pada sisi kualitas sumber daya manusia (SDM), menurut Walinagari H Azwar Mardin, masih menjadi permasalahan dan tantangan tersendiri bagi Pemerintah Nagari III Koto Aur Malintang. Mayoritas penduduk masih bekerja pada sektor pertanian dengan pola tradisional serta masih terdata yang tidak tamat sekolah dasar sebanyak 136 orang.

Sarana pendidikan formal yang ada di Nagari III Koto Aur Malintang meliputi PAUD/TK 8 unit, TK lanjutan 1 unit, SD Negeri 5 unit, MTsN 1 unit dan SMA Negeri 1 unit.

Sedangkan untuk kehidupan sosial keagamaan di nagari ini terdapat 2 massjid dan 47 mushalla / surau sebagai sarana tempat beribadah masyarakat dan tempat penyelenggaraan acara hari-hari besar Islam. Di samping itu, terdapat 12 Kelompok Majlis Taklim dengan jumlah anggota rata-rata 25 orang / kelompok sebagai sarana pembinaan rumahtangga.

Pada bidang kesehatan, di Nagari III Koto Aur Malintang  terdapat 6 unit pos pelayanan terpadu (posyandu) dengan 6 orang bidan pendamping, 1 unit puskesmas yang buka 24 jam.

Saat ini Nagari III Koto Aur Malintang sedang berupaya membenahi dan menciptakan inovasi-inovasi untuk kemajuan.  Di antaranya dengan menciptakan smart nagari dengan mengikuti program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, yakni smart city, di mana pada smart nagari disajikan beberapa jenis pelayanan dan informasi terkait nagari seperti kegiatan dalam bentuk video, grafik maupun tulisan. 

Selanjutnya dalam program smart nagari juga dapat diketahui kehadiran perangkat dan staf nagari. 

“Selain bisa mengakses kehadiran perangkat nagari, aplikasi smart nagari yang kami beri nama Sipena Online juga disiapkan sebagai aplikasi pelayanan berbasis android  yang akan segera di-launching dengan nama aplikasi pelayanan sesi kependudukan atau aplikasi pelayanan pemerintah melalui android. Aplikasi tersebut dapat didownload melalui playstore yang berguna bagi masyarakat untuk mengurus administrasi pemerintahan dan berguna sebagai layanan panic button dalam artian dapat menyelesaikan masalah masyarakat dalam keadaan darurat seperti ketika terjadi suatu masalah dalam korong,"  ujar Azwar Mardin.

Dalam hal ini, lanjut walinagari kelahiran 20 Agustus 1985 ini, masyarakat dapat menekan tombol sesuai kebutuhan karena aplikasi ini terhubung dengan seluruh perangkat seperti walinagari, walikorong, kapolsek, babinkathibmas, puskesmas dan pemadam kebakaran. Selain sebagai layanan pengaduan, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengurus surat-surat administrasi secara online seperti urusan kependudukan.

Ia menambahkan, selain lebih memokuskan ke layanan pemerintahan, Nagari III Koto Aur Malintang juga tengah menggali potensi pariwisata, di mana nagari ini memiliki beberapa tempat wisata yang berpotensi untuk dikembangkan. Antara lain Kawasan Wisata Alam Ikan Larangan Kubu Koto Bimo “Sungai Sejuta Ikan” dan Bukik Bulek. Saat ini Pemerintah Nagari III Koto Aur Malintang tengah menyiapkan Bukik Bulek sebagai salah satu destinasi wisata alam di Padang Pariaman. 

“Ini akan dijadikan sebagai penggenjot inovasi-inovasi lain yang akan lahir di nagari ini," cetus Azwar Mardin. 

Sebelumnya kawasan wisata ini sudah ada, namun kurang terperhatikan. Setelah Azwar Mardin  dilantik menjadi walinagari, tahun 2018, hal
 ini merupakan perhatian utamanya karena kawasan wisata ini berpotensi sebagai sumber pebdapatan bagi nagari serta berpotensi untuk memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM-UKM) yang ada di nagari ini sehingga dapat memperbaiki perekonomian masyarakat. 

*Kami terus menggenjot berbagai inovasi. Khusus Objek Wisata Bukit Bulek saat ini pengerjaannya sudah mencapai 30 persen sehingga diharapkan pada tahun 2021 nanti sudah rampung dan dapat beroperasi," katanya lagi. 

Meski demikian, ulas dia, diperlukan dorongan dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk percepatan penyelesaian pengerjaan kawasan wisata ini.

Sedangkan Kawasan Wisata Alam Ikan Larangan Kubu Koto Bimo “Sungai Sejuta Ikan”  imbuh Azwar, juga merupakan destinasi wisata yang sedang dipercantik. 

Setiap korong di Nagari III Koto Aur Malintang mempunyai aliran sungai, ditambah dengan budaya ikan laranga- secara turun temurun. Tidak hanya sungai, aliran irigasi saja dijadikan sarana ikan larangan yang dikelola oleh kelompok masyarakat. Hasil panen ikan larangan ini dimanfaatkan untuk pembangunan atau pemeliharaan tempat-tempat ibadah. 

Pengelolaan aliran sungai dan saluran irigasi sebagai sarana ikan larangan juga merupakan suatu cara menggenjot pendapatan nagari di bidang pariwisata. Kegiatan ini dikelola langsung oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dengan anggota dari dua kawasan yang dipisahkan oleh sungai  yang bernama Kubu Koto Bimo. Pokdarwis ini menangani perikanan dan kepemudaan.

Tak hanya itu, badan usaha milik nagari (bumnag) di Nagari III Koto Aur Malintang pun telah beroperasi sejak 2018 yang lebih fokus kepada pengelolaan pariwisata yang diberi nama Batu Basa Mandiri. Bumnag ini telah melahirkan sebuah kegiatan yang diberi nama AJO (Antar Jemput Online) sebagai alat transportasi antar korong, namun hal ini terhenti karena masalah administrasi kepengurusan AJO. 

"Kami akan mengusahakan kembali keberadaan AJO ini untuk memudahkan jaringan antar bumnag di Nagari III Koto Aur Malintang,” sambungnya.

Nagari III Koto Aur Malintang yang berlokasi di bagian utara Kabupaten Padang Pariaman ini juga memiliki Radio Anak Nagari yang diberi nama Suandri FM. Radio ini lahir dari komunitas anak nagari yang digunakan untuk penyebuarlasan informasi publik. Radio ini jauh sebelumnya sudah ada, namun karena kendala keuangan, beberapa perangkat radio ini rusak dan saat ini pada tahap perbaikan yang ditargetkan akan beroperasi kembali pada bulan depan.

“Radio ini murni dikelola oleh komunitas pemuda yang didirikan pada tahun 2004 untuk penyebarluasan informasi terkait kegiatan dan kejadian yang ada di nagari. Dengan kata lain, radio ini merupakan corong bagi nagari.” lanjut Walinagari Azwar Mardin yang sudah menjabat dua tahun ini

Nagari yang memiliki keindahan alam sehingga dapat memanjakan mata setiap pengunjung yang datang ini juga memiliki seorang pemuda hebat yang bernama Aznil Mardin bergelar doktor yang mampu mengajak seluruh pemuda nagari untuk aktif serta menjadi founder gerakan amal beramal dan rumah kreatif. Aznil berupaya agar gerakan ini tidak hanya pada tingkat nagari, namun juga pada tingkat kecamatan.

Amal Beramal merupakan gerakan para pemuda  Nagari III Koto Aur Malintang yang dibentuk setelah terjadi pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). Kegiatan yang dilakukan antara lain menghimpun donasi (sumbangan) dari para donatur, selanjutnya membagikan kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan dampak sosial ekonomi covid-19 dalam bentuk bahan pangan. Sumber dananya didapatkan dari masyarakat, baik yang ada di rantau maupun di kampung halaman. 

Para pemuda seluruh nagari di Kecamatan IV Koto Aur Malintang saling bersinergi untuk membantu masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi covid-19, terutama lansia dan anak yatim.

Rumah kreatif yang dibentuk oleh Nagari III Koto Aur Malintang dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan bagi para pemuda untuk menjadi anak muda terampil sesuai minat masing-masing. Beberapa kegiatan yang dilakukan di rumah kreatif tersebut antara lain bidang kesenian, kuliner dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

“Pembentukan rumah kreatif ini bertujuan untuk membentuk para pemuda agar dapat mengisi kekosongan perekonomian seteleh pandemi ini berakhir, hal ini bertujuan agar perekonomian di nagari ini tetap berjalan setelah wabah Covid-19 ini selesai dan untuk menghindari lumpuhnya perekonomian nagari sehingga pemerintahan nagari memberikan pelatihan-pelatihan kepada pemuda sesuai dengan minta dan bakatnya yang dibangun melalui komunitas bukan atas nama nagari yang lebih mengutamakan kebersamaan dan gotong- royong,” ulad Sekretaris Nagari Asrul Khairi.

Nagari III Koto Aur Malintang, nagari dengan sejuta pesona alam, memiliki pemimpin yang mengutamakan pembentukan sumber daya manusia serta didukung perangkat nagari yang kuat dan saling bekerjasama tanpa mengenal waktu untuk kemajuan nagari. (R/ZT)


Posting Komentar

0 Komentar