AGAM,- Ketua DPW Sumatera Barat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda NI, Bj Rahmat menilai Dinas Kominfo Agam terlalu gegabah untuk membuat pernyataan di media sosial fb terkait proyek hotmix yang dikerjakan oleh PT ATR di Dusun Simaruok, Jorong II, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

"Dari postingan yang di upload Diskominfo Agam di media sosial tersebut seolah membenarkan apa yang diperbuat oleh Dinas PUTR Agam dan menyalahkan awak media yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Agam yang membuat berita terkait temuan di Simaruok," ujar Bj Rahmat, Selasa (9/6).

Dikatakan, sebagai wadah informasi, seharusnya Diskominfo Agam melakukan mediasi dua belah pihak antara awak media yang memberitakan terkait proyek hotmix di Dusun Simaruok tersebut dengan pihak Dinas PUTR Agam sebelum mengeluarkan pernyataan.

"Seharusnya Diskominfo Agam bertindak ptofesional dalam menyikapi suatu pemberitaan dari media. Sebelum men-tag suatu pemberitaan, Diskominfo Agam seharusnya mengkonfirmasi dengan media yang bersangkutan sebelum postingan itu di upload di media sosial," ujarnya

Sementara, Kepala Dinas Kominfo Agam, Fauzan Hutasuhut membenarkan postingan dari media sosial tersebut. "Hal yang telah berlalu semoga tidak terulang lagi, terkait pemberitaan pihak kominfo akan melakukan mediasi dan mencari kebenaran pemberitaan dengan pihak-pihak terkait," ulasnya.


Berikut kutipan postingan Diskominfo Agam di fb :


Sehubungan dengan informasi yang beredar terkait pelaksanaan peningkatan ruas jalan utama Simaruok dari Tabuah menuju Batu Tumbuan Lubuak Gadang Kecamatan Lubuk Basung, dapat disampaikan sebagai berikut:

1. Pekerjaan tersebut tergabung bersama enam pekerjaan lainnya dalam paket II yang dilaksanakan oleh PT. Anugerah Tripa Raya dengan nomor kontrak: 2.2.04/RII/DPUTR-AG/IV-2020 dengan total nilai kontrak sebesar Rp. 7.481.890.000 (tujuh miliar empat ratus delapan puluh satu juta delapan ratus sembilan puluh ribu rupiah). Sedangkan nilai pekerjaan peningkatan ruas jalan utama Simaruok dari Tabuah menuju Batu Tumbuan Lubuak Gadang Kecamatan Lubuk Basung ini sendiri adalah Rp. 2.238.787.000 (dua miliar dua ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah).

2. Pembangunan jalan tersebut dilakukan di atas jalan rabat beton yang sudah ada sebelumnya, mengingat kondisinya masih cukup kuat dan tidak perlu dibongkar. Sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi kontrak, tahapan pelaksanaan pekerjaan tersebut :

a. Rabat beton digilas terlebih dahulu dengan menggunakan mesin vibratory roller.

b. Berhubung sudah ada rabat beton maka tidak diperlukan lagi material pasir batu (sirtu), namun cukup menghamparkan material Klas A di atas rabat beton dikemudian permukaannya diratakan dan dipadatkan dengan ketebalan 15 cm s/d 20 cm.

c. Selanjutnya disemprotkan material lapis resap pengikat di atas area kerja secara merata.

d. Pekerjaan berikutnya adalah pengaspalan (Hot Mix) dengan ketebalan 4 cm.

3. Ketebalan lapis perkerasan Hot Mix yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis kontrak yakni 4 cm.

4. Untuk tujuan sosialisasi dan keterbukaan informasi publik, telah dipasang plang proyek di km. 0 (Simpang Simaruok).

5. Pengawasan pekerjaan telah dilakukan secara ketat sesuai dengan spesifikasi kontrak,  sampai dengan saat ini pekerjaan masih dalam proses pelaksanaan karena kontrak baru akan berakhir tanggal 2 September 2020.

Sumber: Dinas PUTR Kab. Agam


Dengan men-tag beberapa link berita terkait proyek hotmix di Dusun Simaruok.

(TIM)