Parikmalintang, CanangNews -- Bupati Padang Pariaman mengikuti video conference (vicon) antara Gubernur dan Bupati/Walikota Se-Sumatera Barat. Kegiatan ini dalam rangka percepatan penanganan corona virus desease (covid)-19. 

Vicon yang bertempat di Ruang Rapat Bupati, Parikmalintang, Kamis (9/4/2020), ini bupati  didampingi oleh Wakil Bupati  Suhatri Bur, Komandan Distrik Militer 0308 Pariaman Heri Pujiyanto, Kepala Bagian Operasional Polres Padang Pariaman Indra Junaidi, dan anggota Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam vicon tersebut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno memerintahkan kepada Bupati dan Walikota se Sumatera Barat agar lebih meningkatkan pengawasan kepada perantau yang pulang kampung ke wilayahnya masing-masing dan melaksanakan pengecekan kembali data orang dalam pantauan (ODP) lebih ketat guna mengurangi penyebaran  covid-19 di Sumatera Barat.

Selain itu, ia juga menegaskan agar pimpinan daerah lebih aktif dan proaktif untuk bertanya dan melaporkan setiap hari perkembangan ODP yang ada di wilayahnya serta segera memeriksakan seluruh ODP yang ada untuk dilakukan pengecekan swab di Laboraturium Kedokteran Universitas Andalas.

"Pendataan ODP harus dilakukan secara ekstra ketat dan pemerintah daerah harus bekerja sama dengan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mentracking ODP yang ada di wilayahnya. Khusus terhadap ODP yang mempunyai gejala ringan agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing, tetapi harus di pantau secara terus menerus oleh pihak puskesmas setempat,” pintanya. 

Selain itu, lanjut Irwan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyediakan sembilan unit gedung untuk karantina, terdiri dari empat gedung untuk PDP dan lima gedung untuk ODP.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Sumbar memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang terkena dampak covid-19 selama tiga bulan ke depan.

“Uang tesebut akan kami kirim melalui wesel pos dan diantarkan langsung oleh petugas pos ke alamat penerima,” sambungnya.

Ia juga meminta pimpinan daerah agar lebih cepat merasionalisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk melakukan percepatan pembelian alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan pokok untuk meminimalisirkan dampak sosial ekonomi pandemi Covid-19 di masing-masing daerahnya. 

Dalam laporannya, Bupati Padang Pariaman Drs H Ali Mukhni menyampaikan tentang perkembangan kondisi pasien positif covid-19  di Kabupaten Padang Pariaman yang berinisial TA mulai membaik dan pada hari ini merupakan hari ke empat belas, besoknya akan melaksanakan tes swab kembali di laboratorium Unand.

“Untuk pengawasan perantau yang datang ke Padang Pariaman, Pemkab Padang Pariaman telah membuka posko di perbatasan  dengan kabupaten Agam di  Gasan, perbatasaan dengan Kabupaten Agam di Tandikek Utara dan perbatasan dengan Tanah Datar di Malibou Anai. Selanjutnya kami akan membuka dua posko lagi di Batang Anai yang terletak di depan Pasar Grosir Kasang dan dekat Polsek Bandara, Kami juga mengaktifkan satgas sampai ke tingkat nagari,” ujarnya. 

Ia juga menjelaskan, pemkab melakukan penyemprotan cairan disenfektan oleh petugas sampai ke nagari dan korong.
 
“Pemkab Padang Pariaman sudah menyiapkan bantuan pangan untuk 91 ribu jiwa masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi covid 19 selama tiga bulan ke depan yang akan didistribusikan  secepatnya," ujar Ali Mukhni. (R/ZT)