AGAM, -Menyikapi sulitnya mendapatkan masker di lapangan, Pemerintah Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam memproduksi masker sendiri yang berbahan dari kain.
Menurut Wali Nagari Duo Koto, Joni Syafri via ponsel, di saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini, kebutuhan masker memang cukup tinggi. Sehingga masyarakat sulit untuk mendapatkannya.
“Bahkan masker ini ibarat barang langka yang sulit untuk ditemukan. Padahal masker lebih dibutuhkan untuk memproteksi orang sakit dan petugas medis dalam melayani pasien,” sebut Joni Syafri via ponsel, Selasa (31/3).
Dengan demikian, pihaknya bersama Kelompok Bank Sampah Sarok Pintar dan Kelompok UP2K memproduksi masker sendiri, yang akan dibagikan kepada masyarakat nagari itu.
Terutama bagi lansia dan anak-anak, karena mereka memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan rentan untuk terjangkit Covid-19.
“Pembuatan masker dimulai hari ini dengan target produksi 3 ribu helai. Apabila sudah banyak yang selesai, akan kita bagikan kepada masyarakat secara gratis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain memfasilitasi masyarakat dengan masker, pihaknya juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum dan pusat keramaian. Upaya ini sebagai langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19, sesuai instruksi Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri.
“Penyemprotan kita lakukan minimal satu kali sehari. Tidak hanya itu, kita juga intensifkan sosialisasi kewaspadaan terhadap penyebaran virus mematikan tersebut kepada maysarakat,” terangnya. (BJR)