Kadisdukcapil Muhammad Fadhly: Pria Rendah Hati dengan Segudang Inovasi - CANANG NEWS

Breaking

Jumat, 27 Maret 2020

Kadisdukcapil Muhammad Fadhly: Pria Rendah Hati dengan Segudang Inovasi


NAMANYA Muhammad Fadhly. Lahir di sebuah dusun terpencil di Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota dengan orangtua berprofesi sebagai guru sekolah dasar, Fadhly kecil sudah gemar membaca sebelum usia sekolah. 

Keterbatasan sarana pendidikan di kampung halamannya mengharuskan Fadhly berpisah dengan orangtua sejak mengenyam pendidikan SMP. 

“Sejak usia 12 tahun saya sudah mulai kos, belajar sendiri, masak sendiri, atur bangun dan tidur sendiri. Ketemu orangtua hanya 1 atau 2 minggu sekali,” jelas Fadhly, Jumat (27/3/2020).  

Setelah menamatkan pendidikan di SMPN 2 Dangung-Dangung, ia melanjutkan pendidikan ke SMAN 3 Payakumbuh (sekarang SMAN 2 Payakumbuh) yang terkenal sebagai Kampus Flamboyant, kemudian lulus dan diterima jadi mahasiswa Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) tahun 1998.

Saat ini Fadhly menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Padang Pariaman yang telah dijabatnya sejak tahun 2010 saat berusia 34 tahun. Sebelumnya, ia pernah menjadi Lurah, Camat, Kepala Bagian Humas dan Protokol serta Kepala Bagian Pengolahan Data Elektronik di Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, daerah di mana beliau di-SK-kan sejak tamat STPDN.

Prestasi yang ditorehkan Fadhly sangat luar biasa. Program pelayanan administrasi dukcapil dengan beberapa inovasi mengantarnya dinobatkan sebagai Terbaik II Nasional pada program KTP elektronik tahun 2012. 

Penghargaan serupa tentang pelayanan publik beberapa kali dari pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga tidak luput dia peroleh. Terakhir november 2019 lalu, sebagaimana diberitakan di laman web Kemenpan RB (https://www.menpan.go.id/…/menteri-tjahjo-serahkan-hasil-ev…), unit yang beliau pimpin mendapatkan penghargaan sebagai unit pelayanan publik berkategori A (Pelayanan Prima), satu-satunya Disdukcapil berkategori tertinggi "pelayanan prima" di wilayah I Indonesia bagian barat. 

Inovasi terbaru yang terus beliau kembangkan saat ini adalah Dukcapilceria Digital dan Nagari Go Digital yang saat ini sangat diperlukan untuk pelayanan tanpa tatapmuka langsung atau pelayanan secara online dari penduduk dan nagari. Layanan ini menjadi tren baru di nagari saat ini sebagai pendukung program Smart City di Kabupaten Padang Pariaman. 

Dengan adanya layanan ini, Muhammad Fadhly membawa Disdukcapil Padang Pariaman menjadi “trend setter” layanan kependudukan online di Sumatera Barat.

Selain itu, program inovasi Sistem Pencatatan dan Pelaporan Kelahiran dan Kematian (SiPakem) telah menjadi pilot project nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam mendukung pelaporan kelahiran dan kematian yang dimulai dari kehamilan -- dengan penyebab kematian -- bekerjasama dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman.

Beberapa inovasi dan prestasi di atas memberikan kesempatan kepada Muhammad Fadhly untuk menjadi "widyaiswara" tamu pada Program Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (PPSDM Kemendagri) Regional Bukittinggi sejak tahun 2014. Selain karena prestasi, Fadhly pun sebagai lulusan terbaik Diklatpim2 Angkatan 37 di PKP2A LAN RI kampus Jatinangor tahun 2013. 

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti Diklatpim 3 atau 4 di Diklat Kemendagri Regional ini mungkin pernah bertemu Fadhly di kelas pengajaran maupun seminar proyek perubahan. (Ayooo.... siapa yang pernah dengar pemaparan atau presentasi pria yang terkesan rendah hati ini?) 

Fadhly pun sering menjadi narasumber seminar, lokakarya atau pelatihan pada beberapa daerah seperti di Disdukcapil Provinsi Aceh,  Maluku Utara, Jawa Tengah, Kabupaten Nias, Pusdiklat Inovasi Kemendagri, Puslitbangkes Kementerian Kesehatan dan Direktorat Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri).

Fadhly, menyelesaikan pendidikan magister-nya tahun 2005 pada Program Magister Management Universitas Negeri Padang. 

Saat ini Fadhly sedang berburu beasiswa S3. Beberapa program pendidikan pun pernah diikuti,  di antaranya program short course Civil Registration and Vital Statistics di Korea Selatan tahun 2017 dan Asian Ministrial Conference on Disaster Risk Reduction di Incheon Korsel pada 2010, karena keterlibatannya dalam program tanggap darurat bencana gempa Sumbar 2009.

Hal lain yang menarik, Fadhly juga tercatat sebagai relawan Kick Andy Fondation, suatu gerakan  pembagian kaki palsu gratis yang dimotori Kick Andy Faundation bersama Sugeng Kaki Palsu dan telah menyebar ke hampir seluruh wilayah di Indonesia, di mana saat ini sudah membagikan lebih dari 5.000 kaki palsu kepada mereka yang membutuhkannya. 

Sebagai seorang relawan, Fadhly langsung bergerak dengan cekatan kalau ada hal yang perlu dilakukan untuk gerakan pembagian kaki palsu. 

Bahkan secara khusus Sugeng Siswoyudono mengatakan, “Saya beberapa kali ketemu beliau waktu ada TO di Padang Pariaman. Orangnya cekatan, lincah dan bisa menerjemahkan tugas dengan baik meski perintah terkadang belum datang padanya. Orang-orang seperti ini cocok dengan semangat yang ada pada kami,” (http://www.sugengkakipalsu.com/m-fadhly-s-relawan-kick-andy-foundation-cekatan-asal-padang-pariaman/)

Tanpa dibayar, ia bisa bekerja dengan tulus dan ikhlas, seolah tanpa lelah meski terkadang harus mengantar Tim Pembagian Kaki Palsu yang waktunya tidak menentu. 

Hal senada juga diungkapkan Ali Sadikin, selaku pimpinan di Kick Andy Faundation, yang mengenal Bang Fadhly saat Metro TV dan Media Group melakukan program rekontruksi, yaitu sarana pendidikan yang ada di Sumatera Barat dari Kabupaten Agam sampai dengan Kabupaten pesisir selatan. Bang Fadhly menjadi kunci utama membantu mengetahui status sekolah, tanah dan yayasan atau lembaga yang perlu dicek legalitasnya, dimana terkumpul 19 sekolah pada waktu itu. 

Sampai hari ini Fadhly masih satu-satunya relawan Kick Andy Foundation di Sumatera Barat, yang tanpa dibayar dan dengan kerelaan serta keikhlasannya melakukan pendataan bagi orang-orang yang membutuhkan kaki palsu, operasi katarak gratis dan bibir sumbing gratis, serta membantu mencarikan sekolah atau perpustakaan di daerah yang perlu dibantu buku-buku bacaan. (R/ZT)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar