Masyarakat Suger Usulkan Pembangunan Unit SMA Baru - CANANG NEWS

Breaking

Sabtu, 22 Februari 2020

Masyarakat Suger Usulkan Pembangunan Unit SMA Baru

Ir H Ali Amran MP menyerahkan dokumen usulan melalui Kabag Perencanaan Dinas Pendidikan Sumbar Andry Yunidal

Parikmalintang, CanangNews -- Keinginan masyarakat Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu (SSKH), Kecamatan Sungai Geringging (Suger), menyekolahkan putra-putri mereka ke Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat tinggi. Namun, terkendala oleh keterbatasan sarana dan jarak tempuh. 

Menyikapi hal itu, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengajukan usulan pembangunan unit SMA baru ke Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar). Usulan tersebut sudah disampaikan bupati  kepada gubernur surat nomor 050/35/Set/Bapelitbangda-2020 tanggal 14 Februari 2020, dengan tembusan kepada Bappeda,  Dinas Pendidikan dan DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Untuk menyerahkan surat usulan pembangunan SMA baru tersebut kepada Pemprov Sumbar, bupati menugaskan Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Ir H Ali Amran MP. 

Ir H Ali Amran MP menyerahkan usulan pembangunan SMA kepada Kepala Bappeda Sumbar, Hansastri 

Informasi itu dibenarkan Ali Amran sewaktu dikonfirmasi CanangNews di Parikmalintang, Jumat (21/2/2020). Menurutnya, selain dengan surat plus dokumen pendukung, usulan pun sudah disampaikan bupati secara langsung kepada gubernur, termasuk melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat provinsi. 

 Ketika dihubungi via telepon, Walinagari SSKH Mayuni Dt Kamulie menjelaskan, nagari yang dipimpinnya berpusat di Koto Bangko,  memiliki jumlah penduduk 14.933 jiwa,  8 korong,  10 sekolah dasar,  1  SMP,  1 MTsN,  8 masjid,  68 mushalla,  1 puskesmas dan 1 polindes. 

Walinagari SSKH Mayuni Dt Kamulie (berbaju biru) di lokasi tanah untuk pembangunan SMA baru 

"Pada umumnya penduduk bermata pencaharian sebagai petani,  sehingga banyak anak nagari putus sekolah,  tidak bisa melanjutkan ke sekolah lebih tinggi (SMA/SMK) karena ketiadaan biaya, juga tidak ada angkutan desa, kalau dengan menggunakan ojek biayanya tinggi," kata Mayuni. 

Ia menambahkan,  mengingat lebih dari 15 km jarak ke pusat Kecamatan Sei Geringging, tempat SMA 1 berlokasi, di mana setiap tahun siswanya selalu bertambah,  sehingga tak bisa menampung tamatan SMP atau sederjat.  Sedangkan jarak ke ibukota kabupaten sejauh 68 km. 

Untuk keperluan pembangunan unit SMA baru, lanjut Mayuni, warganya bernama Ismail Marzuki telah menyerahkan lahan seluas 1,6 hektar kepada Pemkab Padang Pariaman. Lahan itu berupa tanah keras, bukan sawah atau rawa.

"Kami sangat butuh SMA, Pak, mohon diteruskan permintaan kami kepada Pak Gubernur karena SMA urusan provinsi,"  ujar Mak Datuk Sahih dalam kesempatan Musrenbang di Kantor Camat Sungai Geringging. 

Ali Amran yang juga tokoh masyarakat Sungai Geringging membenarkan hal itu. "Pemkab sudah men-sertifikat-kan tanah dimaksud dan sertifikat itu kami serahkan kepada Pak Gubernur bersama permohonan pembangunan unit SMA baru," jelas mantan Kadis Pertanian ini. (Zakirman Tanjung)



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar