ENAM LINGKUNG, CanangNews - Banyak cara yang dapat diperbuat perantau sukses dalam membangun kampung halaman. Antara lain kepedulian yang dilakukan H Tosriadi Jamal SH, mengembangkan komoditi serai wangi. Tujuannya untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan (ekora).

Ketika bersilaturrahim dengan warga Tanjuang Baringin, Korong Balah Aie, Nagari Kototinggi, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (18/1/2020), Tosriadi tak hanya mengajak masyarakat menanam serai wangi, tetapi sekaligus menawarkan infak modal pembersihan lahan Rp5 juta/hektar, bibit dan tenaga ahli pendamping. 

"Alhamdulillah..., saya bermaksud berbagi nikmat yang dilimpahkan Allah Yang Mahakaya kepada dunsanak (warga) yang mau bekerja dan berusaha menanam lahan dengan serai wangi," ujar Anak Nagari Kasang kelahiran 19 Oktober 1971 ini. 

Dalam sosialisasi pengembangan komoditi tanaman serai wangi kepada masyarakat Korong Balai Aie,  selain menawarkan infak modal pembersihan lahan Rp5 juta/hektar, bibit dan tenaga ahli, setelah panen dia pula dengan perusahaannya yang membeli untuk diolah menjadi minyak atsiri. 

"Ini program saya untuk seluruh Padang Pariaman dari utara ke selatan. Syaratnya masyarakat mau bekerja," kata Tosriadi. 

Teknis kerjasama dan pemasaran pun ia jelaskan dengan rinci secara Islami. 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2890000607705841&id=100000877904671 

Menanggapi ajakan tersebut, Aktivis Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Muda Balah Aie, Aida, mengucapkan terimakasih atas kedatangan Tosriadi serta memilih korongnya untuk pengembangan komoditi serai wangi dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. 

Sebelum ke Balah Aie, Tosriadi mengajak Wartawan CanangNews mengunjungi lahan dan pabrik penyulingan serai wangi menjadi minyak atsiri di Bukit Silaha, Korong Koto, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Pabrik berada di atas pebukitan yang dikelilingi ratusan hektar lahan yang sudah ditimbuhi tanaman serai wangi. 

Pada kesempatan itu ia menjelaskan cara kerja penyulingan dengan tabung ketel besar. Sistem perapiannya ramah lingkungan. Sekali proses pengolahan, ketel menampung 500 kg daun serai yang dapat menghasilkan sekira 4,8 liter minyak atsiri. 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2889747464397822&id=100000877904671 

Ia menjelaskan, komoditas atsiri memiliki pasar prospektif. Minyak itu sebagai bahan produksi seperti obat-obatan dan kosmetika yang sangat dibutuhkan dunia. 

"Untuk Kabupaten Padang Pariaman kita sudah mengembangkan tanaman serai wangi pada lahan 500 hektar pada beberapa nagari. Target kita minimal 2.000 hektar di semua (103) nagari," ulas Tosriadi. 

Selain itu, pengembangan komoditi serai wangi sudah ia lakukan di beberapa daerah seperti Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Limapuluh Kota dan Tanahdatar. "Setiap bulan kita sudah menghasilkan 15 ton minyak atsiri dari Sumatra Barat yang kita kirim ke luar negeri," katanya mengakhiri. (Zakirman Tanjung)