Sungai Limau, CanangNews -- Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sungai Limau (IKAPS) memulai pembangunan masjid dengan konsep islamic centre (pusat pengembangan Islam - red) di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Pembangunan masjid akan menelan anggaran awal Rp5 milyar.

Saat peletakan batu pertama pembangunan tersebut, Rabu (29/1/2020), Ketua Umum IKAPS Jayanis SE mengatakan, pembangunan tersebut akan dilakukan dalam anggaran bertahap.

Ia menyebutkan, pembangunan masjid IKAPS dengan konsep islamic centre itu sesuai dengan program kerja IKAPS yang telah di rencanakan.

"Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan ini 5 miliar yang terbagi dalam beberapa tahapan tahapan. Masing-masing anggaran tahun 2020 sebesar 5 miliar dan tahun berikutnya disesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada," kata Jayanis.

Dikatakan Jayanis, masjid dengan islamic center yang akan dibangun akan dilengkapi bangunan fisik yaitu, Masjid Akbar seluas 500 meter persegi, dengan gedung serbaguna dan gedung kajian Islam. Hal ini tidak tertutup kemungkinan keluasan tanah akan bertambah yang akan diberikan secara hibah oleh masyarakat setempat.

“Total bangunan fisik yang dibangun seluas 300 meter persegi. Selebihnya akan digunakan untuk rest area dan sentra UKM. Kami berharap tempat ini ramai dan memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitarnya," kata dia.

Menurutnya,  agar masjid islamic centre yang bakal dibangun ini tidak lepas dari yang sudah direncanakan bersama anggota IKAPS dan warga. 

Termasuk segala teknik konstruksinya yang dibangun oleh kontraktor yang akan mengerjakan.

“Kami minta kepada anggota IKAPS dan warga untuk dapat bergandengan tangan dalam mewujudkan pembangunanan ini," usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid islamic centre di Kecamatan Sungai Limaau.

Sementara Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni memberikan apresiaai kepada IKAPS yang telah memberikan warna tersendiri untuk daerah itu dengan hadirnya masjid yang berkualitas islamic centre.

"Alahamdulillah kami pihak pemerintah daerah sangat bangga dan senang dengan hadirnya masjid islamic centre di daerah ini," kata Ali Mukhni usai melakukan peletakan batu pertama tersebut.

Menurutnya, terwujudnya masjid yang bernuansa isllamic center itu akan dapat mencetak generasi muda yang cinta alquran.

Masjid yang akan dibangun itu, selain tempat ibadah juga digunakan untuk mencetak generasi muda penghafal Alquran.

Untuk itu, kata dia, tujuan baik yang dilakukan IKAPS itu perlu hendaknya didukung bersama-sama untuk mempercepat pembangunan masjid tersebut.

Pada kesempatan itu, keluarga besar Ali Mukhni selaku atas nama pribadi memberikan sumbangan Rp 10 juta untuk pembangunan masjid teraebut.

Selain itu, sumbangan dari beberpa perantau dan warga setempat yang ikut berpartisipasi dalam pembangunana itu terkumpul dana sebesar Rp 1 milyar. (syafrial suger)