Di duga kuat pembangunan gedung kantor Kominfo,Dpmn dan Perindagkop Kabupaten Agam Menggunakan split 1:2 di bercampur krikil. - CANANG NEWS

Breaking

Senin, 30 September 2019

Di duga kuat pembangunan gedung kantor Kominfo,Dpmn dan Perindagkop Kabupaten Agam Menggunakan split 1:2 di bercampur krikil.





Agam,Canangnews------Pembangunan gedung kantor dinas Kominfo,yang bersumber dari dana DAU Apbd yang merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Agam tahun 2019.

Pekerjaan tersebut diduga memakai split 1:2 bercampur krikil. Sebagai bahan coran, baik untuk lantai I, tiang, serta balok.Pekerjaan dikerjakan dengan nomor kontrak 
3.7.07.7/SP/DPUTR/2019 paket VII pagu dana Rp 3.448.804.000. pelaksana kegiatan Pt Piala Jaya Pratama dibawah pengawasan konsultan Cv Rai Consultan. Selama 180 hari kelender.

Ketika tim Lsm Garuda NI Sumbar melakukan investigasi kelokasi pekerjaan 13/9/2019.
Menemukan beberapa item yang sangat mencolok pada kegiatan tersebut diantaranya:

1. Pada papan plank pengumuman proyek tidak tertera tanggal berapa dimulai dan berakhirnya proyek.
2. Consultan pengawas tidak berada di lokasi pekerjaan saat pekerjaan coran Lantai.

Hanya yang ada pengawas dari rekanan yang bersangkutan.
Sehingga pihak pelaksana menggunakan material semaunya, seperti spilt 1:2 yang bercampur batu kerikil.


Saat di konfirmasi Ujang pengawas dari PT hanya menunjukkan gaya cuek. Sepertinya pekerjaan yang dilakukan oleh PT Piala Jaya Pratama sudah sesuai dengan perencanaannya.


Abcai salah seorang warga yan berada tak jauh dari lokasi mengatakan: material yang digunakan oleh Pt Piala Jaya Pratama patut di lakukan teslab. Yang kita lihat dari awal pekerjaan  sampai sekarang tidak ada di lakukan teslab. Disisi lain untuk penimbunan memakai tanah timbun ilegal ratusan M3.



Pihak Pt Piala jaya pratama sepertinya melegalkan semua material yang di gunakan.
Hal yang sama juga dilakukan pada pekerjaan pembangunan Gedung Kantor DPMN dan PERINDAGKOP dengan pagu Rp 6.264.734.000. Dari runmor yang beredar Kedua PT tersebut di miliki oleh orang yang sama.

Lebih anehnya lagi apakah proyek yang bernilai Rp 3,4 M pengecoran lantai bangunan bertingkat tidak menggunakan redy mix,cukup dengan molen. Juga patut di pertanyakan.ada apa?  Ujarnya.


Sementara itu Mon pimpinan kedua pelaksana tersebut ketika di hubungi beberapa kali via selularnya 081267446XXX Rabu 18/9 sekitar jam 16 : 20  belum terssambung.


Kabid Cipta karya Irman ST ketika di konfirmasi mengucapkan terima kasih atas informasi yang di sampaikan padanya.Dan akan membicarakan informasi tersebut pada pihak pelaksana.Irman ST juga membenarkan belum memberikan teguran apapun tentang Deviasi pekerjaan.


Sementara itu ketua Lsm Garuda NI Dpw Sumbar Bj Rahmad mengatakan: Sangat menyayangkan kondisi pemakaian split yang bercampur krikil.

Petugas terkait seperti PPTK/PPK dan consultant pengawas terkesan tutup mata saat pengecoran berlansung.Hal ini seperti disengaja, proyek yang nilainya milyaran rupiah tidak mendapat pengawasan serius, ada apa?


Dalam waktu dekat ,dari Sosial kontrol Lsm Garuda NI Dpw Sumbar akan surati pihak" terkait,serta Tp4d  serta pihak hukum, sehingga dugaan rekanan gunakan material seenaknya dapat di proses sesuai peraturan yang berlaku di NKRI ini.Sehingga tidak ada rekanan dan pihak terkait yang kebal hukum.   Jelasnya. ( Tim)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar