Distan Agam Targetkan Replanting 2.830 Hektare Lahan Sawit


Lubukbasung,Canangnews----Tahun 2019 ini Dinas Pertanian Kabupaten Agam menargetkan penanaman kembali (replanting) kelapa sawit  seluas 2.830 hektar (ha).Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Isman Imran mengatakan, untuk melakukan replanting, dibutuhkan dana hingga Rp70,7 miliar yang disiapkan oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) berupa dana hibah.
“Saat ini sedang proses pengajuan ke pusat. Nanti mereka yang melakukan verifikasi dari data yang kita usulkan. Namun usulan tahap selanjutnya berdasarkan usulan dari kelompok tani yang sudah siap replanting. Biaya replanting kelapa sawit sebesar Rp25 juta per ha,” ujar Isman Imran, Senin, (26/8) di ruang kerjanya, Lubuk Basung.
Pada tahap I, ada sekitar 171.59 ha dengan dana sekitar Rp4,28 miliar. Untuk mendapatkan dana tersebut pemohon harus merupakan anggota kelompok tani, surat tanah berstatus sertifikat hak milik, KTP dan kemudian BPDPKS akan melakukan verifikasi lahan.
“Minimal seluas 50 ha per kelompok. Maka sangat disayangkan, apabila petani tidak memanfaatkan dana hibah tersebut karena bantuan itu merupakan hak dari petani,” terang Isman.
Isman menilai, banyak manfaat dan keuntungan yang diperoleh para petani melalui dana yang diterima. Pasalnya, disamping replanting keberadaan BPDPKS bisa dimanfaatkan untuk melakukan kerjasama dalam hal produksi hasil panen nanti yang harganya normal atau lebih tinggi dari tengkulak.
Disisi lain menurutnya, ketika menunggu hasil produksi sawit, para petani bisa melakukan tumpang sari. “Seperti menanam jagung. Kalkulasinya, selama 4-5 tahun menunggu sawit panen, sudah 8-10 kali panen jagung,” pungkas Isman Imran menjelaskan.Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau dan berharap petani sawit bisa menanam sawit dengan baik, tapi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. (rel/bjr)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.