Header Ads

jasa

Nelayan Tiku Resah Akibat Beroperasinya Alat Tangkap Jaring Robot


Tiku,Canangnews------Ketua nelayan Agam Arman kecewa dengan pemerintah terhadap dilakukan pembiaran alat tangkap jaring robot sehingga nelayan Laut Tiku Agam, resah seiring dengan beroprasinya nelayan yang menggunakan alat tangkap tersebut 
Hal itu diungkapkn Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia( HNSI)  kabupaten Agam, Arman  menurutnya  jaring robot merupakan alat tangkap ikan yang menggunakan mesin. "Seiring dengan hadirnya alat tangkap jaring robot hasil tangkapan nelayan disini berkurang secara signifikan. Bukan hanya itu, jika jaring robot beroprasi diperairan yang dangkal, hal tersebut akan merusak terumbu karang," ujarnya, 
Dilanjutkannya, jaring robot tersebut seharusnya beroprasi dilaut yang memiliki kedalaman 100 meter lebih. Namun, disini para nelayan menggunakannya dikedalaman 76 meter. Alhasil jaring tersebut akan menyeret terumbu karang dan tentunya akan merusak ekosistem laut disini.
"Beberapa pekan terakhir hasil tangkapan nelayan disini berkurang hampir 50 persen. Biasanya rata-rata nelayan bisa mendapatkan 10 keranjang, saat ini hanya bisa mendapatkan 5-6 keranjang saja. Itupun kita harus berlayar agak jauh ketengah lautan," ungkapnya.
Rusaknya terumbu karang di laut sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan. Ikan sangat suka tinggal diterumbu karang, jika tempat tinggalnya terusik maka ikan tersebut akan pindah. Jelasnya
"Kita berharap para nelayan tidak hanya mementingkan pribadi saja, proses penangkapan ikan semestinya tidak harus merusak lingkungan. Jika habitat ikan rusak maka itu akan berhimbas sendiri kepada kita," harapnya. (mk/ad)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.