Solok Selatan,Canangnews----Terkait pemberitaan media ini edisi sebelumnya,Terhadap Komitmen Dinas Lingkungan Hidup tidak jelas membuat masyarakat Kota Solok Selatan geram dan akhirnya masyarakat melakukan penutupan tempat pembuangan sampah sementara.

Beberapa masyarakat ketika ditemui di lokasi pembuangan sampah Jorong Bukit Malintang golden arm Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan mengatakan : Penutupan lokasi pembuangan sampah sementara kami lakukan di karenakan kekecewaan masyarakat terhadap Dinas Lingkungan Hidup Solok Selatan. Belum lama ini 


Berawal dari tahun 2016 Pemkab Solsel telah berjanji membamgun Tempat pembuangan sampah permanen di Jujutan.Tempat yang kami tutup sekarang ini hanya di jadikan tempat penampungan sementara,menjelang TPA Jujutan selesai. 

Namun hampir pertengahan tahun 2019  belum  ada tanda-tanda akan di selesaikannya pembangunan TPA tersebut. Informasi yang beredar anggaran sudah disahkan oleh Dewan perwakilan rakyat Kabupaten Solsel

Hanya saja DLH yang membuat banyak alasan.Tempat sementara inilah di jadikan untuk pembuangan akhir sampah. 
DLH  sekarang membuang sampah seenaknya tanpa memikirkan efek yang akan  di terima oleh masyarakat.ucap para warga di lokasi. 

Kondisi sampah saat ini telah melebihi kapasitas tempat pembuangan sementara. Sangat tidak layak dan telah mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Sepertinya Pemkab Solsel melalui dinas Lingkungan hidup tidak peduli dengan kesehatan  lingkungan. Padahal untuk lingkungan telah di atur melalui UU 32 Tahun 2009. 

Juga di tegaskan  beberapa pasal pada undang - undang tersebut bahwa membuang sampah sembarangan tempat dengan sengaja dan merusak tatanan kehidupan masyarakat dapat dituntut dengan  Pidana. 

Yang kami herankan DLH Kabupaten Solok Selatan seperti melecehkan UU 32 tahun 2009 tersebut. Hanya pihak hukumlah yang bisa mengungkap Faktanya.Ujar para masyarakat lagi. Jelas masyarakat lagi. 

Kadis LH Solsel ketika di konfirmasi via ponselnya mengatakan dan membenarkan adanya portal di TPAS.  Namun sudah kami buka kembali. Ucapnya.
Lanjutnya untuk TPA Jujutan sudah boleh di katakan selesai,masyarakat minta agar di lakukan peng-aspalan kelokasi TPA tersebut tahun ini selesai. 

Juga di jelaskan sebenarnya masyarakat tidak mempermasalahkan TPAS sekarang. Tapi ada beberapa orang yang meng-kompori.Sehingga sebahagian masyarakat ter-popokasi. 

Saat ini  kami dari LH mendapat informasi adanya beberapa masyarakat yang mendatangi kantor Polsek Sangir. Untuk minta izin melakukan demo ke DLH. Seharusnya yang di demo kantor Bupati  kami LH hanya sebagai pelaksana. Jelasnya lagi. 

Terkait kondisi terkini terhadap sampah di Solsel baik di terminal msupun di pasar kami dari pihak LH tidak nisa nerbuat apa-apa, dikarenakan mobil kami tidak boleh di operasikan oleh sebagian masyarakat yang ikut memportal.

Kadis LH juga mengirikan koordinasinya ke Bupati Solsel. Berikut kutipannya:
Assalamua'laikum wr.wbr.  yth bpk Bupati.Wabup.Sekda Ass.1.2 dan 3  kami laporkan masalah TPS golden Arms yg mana pada tgl 31 Desember kemaren datang ke kantor Perkim LH oknum (yg mengatas namakan masyarakat Sangir)  melarang Perkim Lh membuang sampah ke TPS Golden Arms dgn alasan tdk layak dan mencemarkan lingkungan, 

@. Hal ini dihari lebaran sdh dilaporkan sama pak Ass dan pak Wabup.

@. setelah dijelaskan/di berikan pengertian/ permasyalahan Alhamdulillah agak mereda  

@.  Beberapa hari kemudian mereka bersikeras melarang lagi membuang sampah dan sampai2 mereka mendatangi rumah pak sekdis pd mlm hari dan mengancam 

@ Atas kejadian itu para sopir tdk berani mengangkut sampah dan akhirnya sepakat untuk stop sementara pengangkutan sampah mulai tgl 31 Mai 2019 s.d. 9 juni 2019 

@.  Setelah apel gabungan pagi hari Senin kemaren Armada mobil sampah kembali mengangkut sampah ke TPS  

@ Hari ini oknum tsb kembali.Menyegel/ melarang  membuang sampah dgn mendatangi rumah sopir truk amroll yg bernama Yep dan mereka bilang telah melaporkan
Perkim LH ke Polres 
@. Untuk itu mhn petunjuk dan arahan bapak langkah  selanjutnya tks.

Sementara itu ketua Dpw Lsm Garuda Nasional Sumbar Mengatakan agar pihak terkait segera menyelesaikan masalah sampah.Masyarakat tidak mengetahui sepenuhnya kondisi keterlambatan penyelesaian pembangunan TPA. Sehingga keluhan masyarakat dapat teratasi.

Dan kepada jajaran penegak hukum dengan profesionalnya segera menindak lanjuti kondisi sebenarnya yang terjadi, terkait belum juga di selesaikannya tempat pembuangan sampah. Jelasnya.( Zam/Bjr)















https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/no_photo.png
BalasTeruskan