Jelang Pemilu,Warga Pasbar di PT. BTN Berpotensi tidak ikut Memilih




Pasbar,canngnews-----Jelang pemilu, dikabarkan masih banyak warga di Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar) yang  tak masuk DPT  ( Daftar Pemilih Tetap). Terutama di daerah perkebunan, seperti di Perkebunan sawit PT BTN II Siduampan Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan.
Informasi yang diperoleh di lapangan, sekitar 60 KKyang berdomisili di sejumlah barak dan devisi PT BTN, tidak terdata sebagai pemilih. Padahal, dikabarkan mereka memiliki KK dan KTP.
Bahkan, mereka tercatat sebagai penerima beras prasejahtera alias raskin. Namun hal ini luput dari pendataan PPS (Panitia Pemungutan Suara)
Informasi ini tidak ditampik oleh Wali Nagari Persiapan Batahan Selatan, Muhammad Fauzi. Iamembenarkan bahwawarga Siduampan yang tinggal di wilayah BTN itu sedikitnya mencapai 60 KK.
“Memang  banyak warga Siduampan di PT BTN. Kemaren saja, pas kedatangan Beras Prasejahtera (Rastra) untuk warga Siduampan yang tinggal di BTN banyak kita kirim kesana, ujar Fauzi.
Lebih lanjut dikatakan, mereka warga siduampan yang tinggal di PT BTN jugamemiliki KK, memiliki KTP, jelas wali nagari
Akibat tak terdatanya sebagian warga tersebut, petugas PPS Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan menjadi sorotan dan perbincangan di khalayak ramai. Sebab, banyak warga yang semestinya memilih dan ternyata berpotensi untuk tidak bisa menggunakan hak suaranya karena tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Rahmi salah seorang petugas PPS enggan menyampaikan data  Daftar Pemilih Tetap di Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat.
“Kami tidak berani mengatakan berapa DPT di nagari karena itu wewenang KPU, apabila ingin mengetahuinya silahkan tanyakan ke KPU” ujar Rahmi via telpon (31/3)
 PPS tidak mempublikasikan Daftar Pemilih Tetap sementara tanggal Pemilihan tinggal menghitung hari lagi. Apakah ketika hari H baru ditempel. Hal ini menimbulkan tanda tanya.
Rahmi mengakui bahwa di Jorong Siduampan telah dihapuskan satu TPS. Pihaknya menjelaskan alasan penghapusan TPS karena kurang banyak warga yang akan memilih di Jorong Siduampan khususnya bagian Bintara Tani Nusantara (BTN).
“Untuk TPS bagian BTN itu dipindahkan ke tempat lain karena kami menemukan warga untuk memilih disana hanya 7 orang,” jelasnya
Menurutnya, mengenai pemilih di bagian BTN itu sudah clear. PPS bersama panwas sudah sering  kesana dan hanya menemukan 7 pemilih, yang memenuhi syarat memilih itu berdasarkan domisili KTP,tuturnya
 Taufik selaku Ketua Panwas Kecamatan Ranah Batahan juga mengaku bahwa hanya 7 orang pemilih yang ada di BTN.
“Dari Hasil Coklit yang dilaksanakan hanya 7 orang yang kita temui. Sebab syarat untuk memilih harus mempunyai E-KTP,” ujarnya
 Namun data yang hanya 7 orang yang memiliki e-KTP ini justru diraguan karena  warga yang tinggal di PT BTN sangat banyak. Bahkan dari pendataan Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kemasyarakatan (TKSK) Kecamatan Ranah Batahan mengaku bahwa warga siduampan yang berdomisili di BTN itu memang sangat banyak.
“Yang di SK kan Dinas Sosial saja untuk penerima Rastra untuk KK miskin yang secara intens kita bantu bagian BTN saja ada 51 Kepala Keluarga (KK), sementara di siduampan 66 KK dan di proyek 32 KK,” jelas Abdal via telpon minggu (31/3)
Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Ranah Batahan Sekitar (IMPRBS) Nusantara, Zulayamin mengatakan, dalam satu Keluarga saja minimal 2 orang yang berhak memilih, suami dan istri, belum lagi ada anaknya yang dewasa.
Ia mengaharapkan, agar pejabat  pada instansi atau lembaga yang mempunyai tugas dan fungsinya agar menjalankan tugas masing-masing dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Dan perlunya koordinasi antar elemen-elemen serta  bekerja sama agar tidak ada ketimpangan,”Harap Zulayamin. ***irz/ RA


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.