Header Ads

jasa

Seorang Penambang Pasir Hanyut Terbawa Arus Sungai di Pasaman

PASAMAN ,Canangnews---- Warga Sungai Pandahan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman bernama Johan (35) hanyut saat mengambil pasir di sungai Batang Sumpur, Rabu (7/11/2018) sekira pukul 12.00 WIB.
Ada seorang warga pencari pasir yang hanyut karena perahunya terbalik. Dan korban tidak bisa berenang, hingga saat ini belum ditemukan," kata Kepala BPBD Pasaman, Masfet Kenedi pada  Wartawan Rabu sore.
Menurut Masfet, hingga malam ini (7/11/2018) personil Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dibantu warga setempat berupaya melakukan pencarian terhadap korban. Personil melakukan penyisiran sepanjang sungai. Personil yang diturunkan sekitar lima orang dengan menggunakan perahu karet.
Kondisi saat ini air sungai keruh disertai hujan deras sehingga menyulitkan pencarian korban. "Kita akan terus melakukan pencarian hingga korban nanti ditemukan. Selain menyisir sungai personil juga melakukan penyelaman" jelasnya.
Masfet Kenedi mengatakan, pencarian dilakukan dengan penyisir sungai hingga satu kilometer. Lima orang personil melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet.
Kemudian lima orang lagi dengan menyisir sungai dan menyelam. Hingga saat ini korban belum juga ditemukan.
"Kedalaman sungai sekitar 2 meter, namun arus sungai sangat deras sehingga menyulitkan personil melakukan pencarian" terang Masfet.
Kemudian, selain personil BPBD Pasaman. Saat ini tim SAR sedang dalam perjalanan untuk menuju lokasi tempat korban hanyut tersebut.
Kejadiannya bermula Saat Johan ingin menyeberangi sungai dengan mambawa pasir di dalam perahu, diduga perahunya terbalik. Sementara korban tidak bisa berenang sehingga hanyut terbawa arus.
Ratusan masyarakat setempat berdatangan ke lokasi kejadian. Sebagian warga ikut melakukan pencarian. Sementara warga lainnya menyaksikan personil yang melakukan pencarian korban.
Dari Pantauan Minangkabaunews, Pencarian korban bernama Johan dihentikan malam ini. Pasalnya, cuaca tidak mendukung, karena hujan deras terus mengguyur daerah itu sejak Rabu 7 November 2018 siang hingga tengah malam.
"Pencarian korban malam ini dihentikan, sebab air Batang Sumpur semakin deras dan hujan tidak kunjung berhenti," kata Kapolsek Lubuk Sikaping Iptu Fion Jhoni Hayes.(ir/mk)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.