Header Ads

jasa

Diduga Pekerjaan Chekdam Dan Rabat Beton Sungai Tanuk Tidak Sesuai Spek Kerja



Pessel Canangnews-----     Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, bahwa adanya program pemerintah tentang proyek pengendalian banjir dan pengawasan pantai. Diduga tidak sesuai spek kerja.,      Proyek yang di kerjakan merupakan pembangunan Chekdam/Rabat beton Sungai Tanuk Barung belantai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten  Pesisir Selatan. 

Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PT Bahana Otoritas Persada dengan  nilai kontrak Rp 3,1 M lebih ,masa kerja 210 hari kerja yang merupakan proyek APBD PSDA Sumbar tahun 2018.Saat dilakukan investigasi ke lokasi pekerjaan 4/11 sekitar jam 8:00 Wib,dan melihat lansung pekerjaan  menggunakan semen merk Garuda, dengan adukan 1:6. Terlihat kejanggalan, dikarena kan ada duo merk semen di gudang penumpukan.Pasir yang di gunakan tanah gunung yg di aduk dengan koral setempat, dan batupun diambil  di lokasi tanpa mengeluarkan biaya? Hal itulah yang memicu ada apa gerangan proyek tersebut,


Salah seorang pemuka masyarakat inisial J mengatakan sangat menyayangkan pekerjaan yang terkesan memanfaatkan kondisi yang ada di lokasi pekerjaan,rekanan hanya modal semen dan besi ,material lainnya di ambiil di lokasi. Ujarnya 


Lanjut J, pekerjaan chekdam merupakan kegiatan lanjutan,yang sebelumnya sudah ada pekerjaan awal yakni kedudukan Chekdam. Begitu juga untuk rabat beton juga meneruskan legiatan lama tanpa di bongkar terlebih dahulu. Juga pekerjaannya pekerjaan terkesan tidak sesuai spek, seperti memakai "WARMES KW" (besi 6 mm yang dibentuk segi empat yang diikat dengan kawat).dan pasir gunakan untuk adukan tanah gunung  di campur koral,juga di ambil di lokasi pekerjaan.Di kwatirkan dua pekerjaan baik chekdam maupun rabat beton tidak akan bertahan lama.  Pekerjaan Seperti tidak diawasi oleh pihak terkait. ada apa? Ucapnya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya keluhan masyarakat saat adalah air bersih, semula masyarakat dapat menikmatinya karena,setelah saluran piva di pindahkan ketempat lain memakai piva yang tidak berkwalitas sehingga mudah pecah,pihak perusahan seperti mengabaikan kepentingan umum tersebut. 


Ketika hal ini di konfirmasikan pada Anton salah seorang yang berada di lokasi memgaku sebagai pengawas pekerja. Mengatakan tidak mengetahui tentang spek kerja,baik itu Semen yang di pakai,besi,maupun pasir dan koral,dia hanya mengawasi pekerja dan apa yang di perintahkan konsultan ucapnya. 

Wali Nagari Aidil usman Barung Belantai via selularnya ketika di konvirmasi via ponselnya 082392336xxx terkait hasil investigasi dan konpensasi rekanan terhadap masyarakat dan pemuda sekitar, Walinagari mengatakan :selalu mengontrol kegiatan.sedangkan untuk konfensasi ada, seperti sumbangan untuk mushala ucap Walnag Aidil usman 4/11 sekitar jam 8:45 Wib. 

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Penhelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar Linda ketika di konfirmasi terkait hasil investigasi via selulenya melalui pesan singkat Whatshap 5/11 sekitar jam 18 :00 Wib tidak ada  jawaban sama sekali, ada apa? 

Sematara itu Dpw  Lsm Garuda RI Sumbar mengatakan:Dinas terkait sesegera mungkin menindak lanjuti pemberitaan dan memanggil Rekanan yang bersangkutan serta memberikan teguran tegas terhadap rekanan yang mungkin dengan segaja melakukan pekerjaan tidak sesuai spek kerja,karena jauh dari pemukiman warga, besar kemungkinan  Pengawas dari Dinas terkait dan konsultan jarang berada dilokasi.Sehingga rekanan bekerja semaunya demi menggaruk keuntungan besar,berdampak menimbulkan kerugian negara dan masyarakat. Pungkasnya.(tim)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.