Header Ads

jasa

Jelang Ma ambiak Tanah,Tuo Tabuik Bersihkan Lokasi Prosesi Tabuik


Pariaman,Canangnews---Tidak lama lagi Tahun Baru Hijriah akan tiba, tepatnya tanggal 11 September nanti, biasanya pada Bulan Muharram tersebut masyarakat Kota Pariaman, Sumatera Barat melaksanakan prosesi Tabuik. Prosesi tersebut merupakan kegiatan untuk mengenang cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib, yang tewas tragis di Padang Karbala.
“Hari pertama dalam kalender hijriah, prosesi Tabuik dimulai dengan pengambilan tanah atau maambiak tanah. Tanah menyimbolkan manusia tercipta dari sebongkah tanah dan dikembalikan ketanah,” ungkap Tuo Tabuik Pasa Zulbakri, Selasa (4/9).
Lanjut pria yang akrab disapa Metek ini menjelaskan bahwa yang akan disiapkan saat prosesi ritual tabuik maambiak tanah tersebut mulai dari memnyiapkan peralatan seperti panja, baki, bendera, jarabuka ( telong telong ), lampu togok, kain putih dan alat lainnya. Kemudian semua alat ini diarak kelokasi yang menjadi tempat untuk maambiak tanah yaitu Tabuik Pasa di Alai Galombang dan Tabuik Subarang di Desa Pauh.
Setelah tanah yang diambil dibungkus dengan kain putih kemudian dimasukkan ke belanga yang juga dibungkus kain putih dan diletakkan di daraga masing-masing dua kelompok Tabuik. Untuk daragapada tahun ini disepakati di masing–masing Rumah Tabuik.
Proses maambiak tanah ini dilakukan pada waktu yang berbeda dikedua kelompok Tabuik. Untuk kelompok Tabuik Pasa dilakukan setelah Shalat Maghrib dan kelompok Tabuik Subarang biasanya sesudah Shalat Asyar.
“Maambiak tanah bagi kelompok Tabuik Subarang akan dilakukan pukul 17.00 Wib, dan dimulai di Simpang Ahmadin berbeda dari tahun sebelumnya. Tanah yang diambil pun ada ketentuannya yaitu tanah harus bergetah dan tidak tanah dipermukaan sungai ( batang aia ),” ungkap Tuo Tabuik Subarang Syafrudin Cuuang.
"Berbagai pergeseran dan perubahan sudah banyak terjadi pada prosesi Tabuik ini, namun Tuo Tabuik masing – masing tabuik berharap agar pemerintah tidak menghilangkan nilai adat dan budaya yang ada", harapnya.
"Lokasi basalisiah (lokasi pertemuan) antara kedua kelompok Tabuik di Simpang Tabuik hendaknya dibersihkan dari tumpukan batu dan kerikil karena, tempat lokasi tersebut sedang ada perbaikan jalan, ini bisa mengundang perkelahian", tutupnya(H/rs)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.