Header Ads

jasa

Di Padang Pariaman, 362 Ternak Sapi Diasuransikan



Kasang, CanangNews – Usaha peternakan sapi dan / atau kerbau, baik yang dikelola secara kelompok maupun perorangan, mendapatkan jaminan asuransi kematian atau kehilangan. Bahkan, yang lebih istimewa, peternak cukup membayar premi 20% saja setiap tahun. 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kadisnak Keswan) Kabupaten Padang Pariaman Bustanil Arifin SP mengemukakan hal itu usai menyerahkan polis asuransi tiga ternak sapi kepada Zulkifli di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, menjelang Shalat Jumat (13/7/2018) tadi. 

Menurut Bustanil yang didampingi Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Zulkhailisman SPt MSi sejumlah staf dan Petugas Inseminasi Buatan (IB) Batang Anai, Jasmen Rais SPt, untuk pertanggungan klaim asuransi Rp10 juta, premi pertahun untuk setiap ternak Rp200 ribu. Namun, peternak cukup membayar Rp40 ribu, sisanya disubsidi oleh pemerintah. 

“Sampai saat ini sudah 362 ternak sapi yang diasuransikan oleh pemiliknya. Kami menargetkan hingga akhir tahun 2018 nanti minimal 800 ternak sapi diasuransikan oleh para peternak,” ujar Bustanul. 

Ia menyebutkan, fasilitas premi 20% berlaku untuk sapi betina dan jantan serta kerbau betina. Sedangkan untuk kerbau jantan berlaku premi mandiri alias 100%. 

Zulkhailisman menambahkan, populasi ternak sapi di Kabupaten Padang Pariaman saat ini berjumlah 38.800 ekor, sedangkan populasi ternak kerbau 13.700 ekor. 

Transfer embrio berhasil 

Pada kesempatan itu, Kadisnak Keswan Bustanil Arifin dan Kabid Bitprod Zulkhailisman meninjau ternak sapi milik peternak Desrijon yang sedang hamil 7 bulan dengan benih embrio transfer. Sapi dengan nomor register 01859 itu ditanami embrio transfer 13 Desember 2018. 

“Masa kehamilan sapi sama dengan manusia, yakni 9 bulan 10 hari. Insya Allah, dalam waktu 2 bulan 10 hari ke depan anak sapi ini akan lahir,” ujar Zulkhailisman. 

Transfer embrio (TE) ialah suatu proses mengambil (flushing) embrio dari uterus sapi donor yang telah diovulasi ganda (superovulasi) dan memindahkannya ke uterus sapi resipien (penerima) dengan  menggunakan metode, peralatan dan waktu tertentu. (https://sains.kompas.com/read/2012/08/22/19372668/Transfer.Embrio.Bantu.Perbanyak.Keturunan.Sapi) 

Penanaman embrio ini berbeda dengan IB atau kawin suntik yang merupakan suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut 'insemination gun'. (*/ZT)



Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.