Header Ads

jasa

Lepas Siswa MTsN, Kakan Kemenag : Ilmu dan Iman Saling Berkaitan

Plh Kakankemenag Epi Mayardi didampingi Kepala MTsN 1 Drs. Amril menyalami siswa Kelas IX

Kapalo Hilalang, CanangNews – Jangan merasa puas dengan ilmu yang telah didapat di madrasah ini. Teruslah menuntut ilmu di jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk menunjang masa depan yang lebih baik. 

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Padang Pariaman, Epi Mayardi SAg ketika menyampaikan sambutan pada acara Perpisahan Kelas IX Madrasah Tsaniwiyah Negeri (MTsN) 1 Padang Pariaman di Kapalo Hilalang, Sicincin, Kecamatan 2 x11 Kayutanam, Selasa (8/5/2018). 

Menurut Epi Mayardi, jika seseorang bertambah ilmunya maka semestinya bertambah jugalah imannya, terkadang banyak terjadi di zaman sekarang, banyak orang yang berilmu tetapi iman mereka berkurang.

"Allah berfirman dalam Surah Al-Mujaadilah ayat 11 yang artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat," terang Kasi Binmas Islam Kankemenag Padang Pariaman tersebut. 

Ia juga mengatakan, iman dan ilmu merupakan dua hal yang saling berkaitan dan mutlak adanya. Manusia butuh iman dan ilmu agar menjadi makhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT. 

"Mencari ilmu merupakan suatu kewajiban. Dengan ilmu kita bisa mengetahui bahwa yang wajib adalah wajib, yang sunnah adalah sunnah, yang haram adalah haram. Tidak hanya itu, selain mengetahui hukum setiap perbuatan, seseorang dapat menunaikan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah SWT dengan sebaik-baiknya, karena didasari ilmu”, jelasnya. 

Dengan demikian, tambahnya, dimanapun seorang kita berada, kita wajib mencari dan mengamalkan ilmu. Tidak mudah puas dengan sedikit ilmu. Ia harus selalu merasa haus. Ilmu merupakan kebahagiaan di dunia dan akhirat. 

Sebelumnya, Kepala MTsN 1 Padang Pariaman Drs Amril MM mengucapkan selamat jalan bagi seluruh siswa kelas IX yang akan meninggalkan MTsN 1 Padang Pariaman. Ia juga berpesan kepada orang tua siswa, agar lebih selektif dalam menerima kemauan anak supaya nanti tidak terjebak dalam modrenisasi zaman yang sudah serba canggih. 

"Kalau kemauan dan kemampuannya untuk hal yang positif harus tetap didukung, akan tetapi kemauannya sudah mengarah hal yang negatif maka harus di cari solusi yang terbaik agar pendidikan yang telah diperolehnya dapat bermanfaat bagi anak dan orang lain," tegasnya. 

Perpisahan tersebut juga dimeriahkan oleh berbagai tampilan seni dan tampak dihadiri oleh Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sicincin, Heron Tarigan, para majelis guru dan orang tua / wali murid serta siswa-siswi MTsN 1 Padang Pariaman. (Mud / ZT)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.