Header Ads

jasa

Bantuan Tunai tapi Juga Edukasi




Pariaman,canangnews --- Salah satu program yang kini tengah dilancarkan oleh pemerintah pusat adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini merupakan program pemberian bantuan sosial masyarakat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat.
Oleh karena itu, kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Pariaman terhadap perbaikan kesejahteraan sosial masyarakat. Pemerintah Kota Pariaman terus berusaha dan bekerja keras untuk menyelesaikan persoalan sosial yang ada.
PKH ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Mereka yang dinilai paling berhak menerima PKH adalah keluarga miskin yang memenuhi minimal satu dari kriteria.
Ada tiga komponen yang digunakan sebagai kriteria bagi keluarga penerima manfaat. Masing-masing adalah komponen kesehatan, komponen pendidikan dan komponen kesejahteraan sosial.
Gusfebriati, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program PKH, warga Desa Cubadak Air, Kecamatan Pariaman Utara juga turut merasakan manfaat dari program PKH tersebut.
Ibu tiga orang anak itu mengatakan, bantuan tersebut tentunya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan anaknya yang masih sekolah. Apalagi penghasilan yang didapat hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari.
“Saya merasa tertolong dengan biaya pendidikan anak seperti membeli seragam sekolah anak, buku-buku yang diperlukan juga menjadi terpenuhi”, ungkapnya.
Sementara pendamping program PKH Harif Firman Hakim menjelaskan warga yang mendapatkan manfaat dari program ini tidak hanya mendapat bantuan tunai, tetapi ada edukasi yang diberikan melalui kegiatan  Family Development Session (FDS) atau lebih dikenal dengan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
“Pentingnya melaksanakan  P2K2 menjadi suatu rangsangan bagi para peserta PKH dalam perubahan perilaku terhadap kebiasaan sehari-hari, meningkatkan pengetahuan, pemahaman mengenai pendidikan, kesehatan dan pengelolaan keuangan keluarga”, ujarnya
Hanif menambahkan kegiatan yang diadakan minimal sekali dalam sebulan tersebut dilakukan juga untuk meningkatkan kemampuan peserta agar lebih memahami potensi diri yang dimiliki yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia  sebagai pendamping berharap dengan adanya pertemuan P2K2 benar - benar dapat meningkatkan kemampuan peserta PKH dalam mengelola keuangan keluarga. Disamping itu peserta PKH diharapkan dapat memprioritaskan kebutuhan yang paling pokok seperti keperluan kesehatan, gizi dan keperluan lainnya sehingga tujuan PKH yang sesungguhnya dapat segera tercapai. (H/ty)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.