Header Ads

jasa

Rakerda Kankemenag: Antisipasi Kerusakan Moral


Kakanwil Kemenag Sumbar Hendri didampingi Wabup Suhatri Bur dan Kakankemenag Helmi mencabik sirih dalam carano

Padang Pariaman, CanangNews – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar H Hendri SAg MPd membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Nan Tongga, Kota Pariaman, Jumat (6/4/2018).

Rakerda tersebut dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, Kepala BPN, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Kankemenag Padang Pariaman Dr H Helmi MAg.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Suhatri Bur mengatakan, menyikapi persoalan semakin buruknya nilai moral masyarakat terutama persoalan LGBT, pemerintah daerah dari sebelumnya sudah berupaya mengantisipasi masalah tersebut.

"Dari jauh-jauh hari bupati dan wakil bupati sudah mengingatkan persoalan moral ini, terutama untuk kalangan generasi muda agar bergaul yang sehat jangan sampai jadi korban kerusakan mental dan spritual," ungkapnya.

Menyinggung kasus sodomi yang terungkap beberapa hari yang lalu, ia menghimbau para ulama, tokoh adat, nagari termasuk perangkat pemerintahan yang ada di lokasi kejadian agar melakukan kerjasama mengantisipasi supaya kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kemudian dengan adanya kerjasama, sebagaimana kita bersinergi dengan Kemenag Padang Pariaman dalam hal pembinaan mental dan spritual masyarakat," tambahnya.

Wabup juga mengatakan, agar Rakerda Kemenag ini, nantinya akan memunculkan sebuah ide dan program baru yang dijadikan sebuah rekomendasi bagi Pemkab Padangpariaman dalam melangkah dan mengambil kebijakan ke depan.

"Oleh karena itu kita sangat berterimakasih pada Kementerian Agama karena sebelumnya juga sudah membuat program antisipasi dan pencegahan kerusakan moral dan mental spritual masyarakat," terangnya.

Di tempat yang sama, Kakankemenag Kabupaten Padang Pariaman Helmi menyebutkan, perbutan pencabulan dan LGBT dalam agama termasuk perbuatan munkar.

"Jadi perbuatan munkar itu, semua umat Islam berkewajiban bersama-sama mencegahnya, sebagaimana dalam sebuah firman Allah dalam Al Quran, menyeru pada kebaikan dan mencegah dari perbuatan munkar," tuturnya.
Ia menjelaskan, secara institusi memang Kemenag memiliki tangggung jawab juga atas pembinaan mental spritual, sebagaimana visinya sendiri bagaimana mewujudkan masyarakat yang taat beragama.

"Nah, jika ada yang tidak taat seperti pelaku pencabulan dan LGBT tadi, tugas kitalah bagaimana membuat mereka supaya taat beragama dan dalam menyikapi hal ini Kemenag juga telah mengangkat penyuluh-penyuluh agama di setiap Kecamatan," pungkasnya.

Ia menambahkan secara keseluruhan Kemenag Padang Pariaman memiliki 136 penyuluh honorer dan 42 orang PNS.

"Mereka sudah tersebar di seluruh kecamatan dan terakhir nantinya ditingkat bawah akan ada namanya pembina nagari, jadi jika nagari ada 103 bisa satu nagari 2 penyuluh," tukuk Helmi.

Meskipun jika dibandingkan dengan jumlah rumah ibadah belum sebanding, namun ia mengharapkan semangat kerja mereka untuk semakin ditingkatkan.

"Karena penyuluh ini jadi ikon dan perhatian Menteri Agama, dengan tujuan supaya mereka bisa betul-betul membina masyarakat dan sekali lagi kita berharap kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat supaya terus meningkatkan kerjasamanya dalam mengantisipasi perbuatan maksiat dan munkar karena tantangan ke depan jauh semakin lebih berat," tutupnya. (M / ZT)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Petrovich9. Diberdayakan oleh Blogger.