Header Ads

jasa

Sebagai Kota Perjuangan, Bukittinggi Kembali Menerima Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih

Walikota Ramlan Nurmatias saat menerima duplikat bendera pusaka dari anggota PPI Bukittinggi

 

Bukittinggi, CanangNews - Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bukittinggi tanggal 23 Mai 2017 yang lalu mengunjungi Istana Negara - Jakarta, guna menjemput "Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih" untuk dibawa ke Kota Bukittinggi dan diserahkan kepada Walikota  Ramlan Nurmatias guna disimpan hingga bulan Agustus 2017.

 

Kota Bukittinggi kembali menerima duplikat bendera pusaka merah putih untuk ketiga kalinya. Prosesi penyerahan duplikat bendera pusaka dari anggota PPI Kota Bukittinggi kepada Walikota Bukittinggi berlangsung di kediaman rumah dinas Walikota Bukittinggi, Sabtu sore (3/6/2017).

 

Dengan langkah tegap, anggota PPI berjalan mendekati tempat upacara penyerahan. Seorang anggota puteri dari PPI melangkah perlahan membawa kotak berisi bendera pusaka untuk diserahkan kepada Walikota Bukittinggi.

 

Walikota Ramlan Nurmatias menerima dengan raut wajah tampak bangga di hadapan seluruh anggota PPI, peserta upacara dan tamu undangan yang hadir menyaksikan propesi penerimaan duplikat bendera pusaka.

 

Dalam keterangannya, Ramlan Nurmatias mengatakan, "Kita sangat bangga, karena untuk ketiga kalinya Kota Bukittinggi menerima duplikat bendera pusaka. Bukittinggi sebagai kota perjuangan, kita patut bersyukur karena dapat melanjutkan perjuangan ini," ucap Ramlan sebagaimana dirilis www.minangkabaunews.com

 

Sementara itu Beni Yuneldi, anggota PPI Bukitinggi, menjelaskan, Bukittinggi sebagai kota perjuangan di masa perjuangan kemederkaan dan juga pernah menjadi ibukota negara, tahun 2004 juga pernah menerima duplikat bendera pusaka, karena kondisinya mulai tidak terawat, maka dikembalikan lagi ke Istana Negara Jakarta.

 

Selain di Kota Bukittinggi, duplikat bendera pusaka juga diterima di Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

"Beda bendera duplikat dengan bendera merah putih yang biasa, terdapat di bagian tengahnya kain merah dan kain putih tidak dijahit, tetapi menyatu dan ukurannya 2 x 3 meter,” kata Beni.

 


"Di balik sejarah duplikat bendera pusaka sang saka merah putih, Athirah menyanggupi membuat kain sutera untuk duplikat bendera pusaka yang akan menggantikan Bendera Pusaka jahitan tangan Fatmawati yang mulai lapuk termakan usia. Ternyata "Pembuat Duplikat Bendera Pusaka, yaitu Hj. Athirah, ibunda Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla," pungkas Beni. (Iwin SB)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Maliketh. Diberdayakan oleh Blogger.