Header Ads

jasa

Monumen TNI AL Sejarah Besar Di Pantai Gandoriah Tambah Lagi Pundi Destinasinya

Pariaman,CanangNews ---Hadirnya monument angkatan laut di Muaro Pariaman menambah satu lagi destinasi  pariwisata kota Pariaman di kawasan pantai Gandoriah.

Hadirnya monument ini salah satu khasanah sejarah bahsanya pariaman pernah menjadi basis angkatan laut setelah di surabaya,untuk itu pemerintah kota Pariaman berupaya semaksimal mungkin memperbanyak arus kunjungan wisata domestik maupun mancanegara agar Pariaman menjadi satu satunya daerah destinasi yang islami di Sumbar.

Peresmian monument ini tidak tanggung tanggung dimana  Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) TNI Laksamana Ade Supandi meresmikan Monumen TNI-AL di Muaro Pantai Gandoriah Kota Pariaman di dampingi Para Perwira Tinggi di jajaran TNI-AL. Kedatangan KSAL dan Istri Ny.  Endah Esti Hartanti Ningsih disambut langsung oleh Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dan istri Ny. Reni Mukhlis, Rabu kamaren

Dalam Kunjungannya, KSAL juga meresmikan nama jembatan menuju Desa Pauh dengan Nama Jembatan Benteng Jalesveva Jayamahe dan nama jalan yang menuju Muaro Pantai Gandoriah dengan nama Jalan Letnan Muda AL Junir .

Turut Hadir Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Danlantamal II Padang Laksma Rudwin Thalib, Kapolda Sumbar Brigjen Pol Fakhrizal, Forkopimda Provinsi Sumbar, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Kapolres Pariaman AKBP. Ricko Junaldy, Dandim 0308 Pariaman Letkol Arh. Endro Nurbantoro dan Forkopimda Kota Pariaman, Kepala SOPD, Kabag, Camat, Kepala Desa/Lurah dan masyarakat yang memenuhi Pantai Gandoriah.

Laksamana Ade Supandi dalam arahannya menjelaskan Pariaman merupakan basis kekuatan perjuangan kemaritiman rakyat Sumbar melalui Tentara Rakyat Indonesia Laut Sumatera Tengah atau Resimen ALRI, yang menjadi cikal bakal ALRI Pangkalan Besar Pariaman, yang merupakan sebuah sejarah perjuangan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pada masa kemerdekaan, dan berperan strategis saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukit Tinggi periode 1945 sampai 1949.

Laksamana laut itu mengungkapkan pembangunan monument ini merupakan sebuah bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan kemaritim di Ranah Minang, karena keberadaan monument ini diharapkan dapat menggelorakan jiwa kemaritiman generasi penerus agar tidak kehilangan karakter dan jati diri sebagai bangsa maritim.

Monumen tersebut juga telah dilengkapi dengan tank amphibi dan meriam yang merupakan Hibah dari TNI-AL yang telah memasuki usia purna bakti.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit sangat mengapresiasi positif perkembangan aktif Pemko Pariaman, dimana sektor kepariwisataanya Kota Pariaman semakin berkembang, dan akan semakin menarik dengan adanya sejarah markas besar TNI-AL yang pernah ada di Pariaman, dengan Monumen TNI AL Kota Pariaman yang diresmikan langsung oleh Jenderal Bintang 4 TNI AL, Laksamana Ade Supandi (KSAL TNI)

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan ucapan terima kasih atas hibahan dari TNI-AL berupa tank amfibi dan dua unit meriam tembak yang telah melengkapi keberadaan monumen tersebut.

“ Pemko Pariaman kedepannya, akan lebih giat lagi dalam mempromosikan wisata Kota Pariaman, dimana dengan keberadaan monument ini, akan menjadi daya tarik tersendiri dalam menarik minat para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara" ujarnya.

Hal ini juga bertujuan sebagai wisata edukasi bagi pelajar dan mahasiswa, tentang bagaimana Kota Pariaman di masa Agresi Meliter II Belanda, menjadi Pangkalan yang sangat vital dalam mempertahankan wilayah pesisir Sumatera kala itu, sehingga generasi selanjutnya mengetahui, bahwa Kota Pariaman sangat penting dalam mempertahankan kemerdekaan, ” tukas Mukhlis.

Disaat bersamaan, Wako Pariaman juga menyerahkan tanah dari Pemko Pariaman untuk pembangunan POS AL di Kota Pariaman yang terletak di Desa Pauh sebesar 600 M, kepada KSAL TNI Laksamana Ade Supandi.(**)





Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.