Header Ads

jasa

Bupati Irfendi Arbi: Utamakan Penguatan Nagari

 
Lima Puluh Kota, Canangnews--- Kabupaten  Limapuluh Kota, Sumatera Barat  mengutamakan penguatan nagari (desa adat) dalam melakukan pembangunan di daerah tersebut.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi saat dihubungi di Sarilamak, Sabtu mengatakan nagari sebagai pemerintah nagari lebih dekat dengan masyarakat, saat ini juga mempunyai alokasi anggaran yang cukup untuk mempercepat pembangunan.

"Tahun ini dana desa yang diperoleh masing-masing nagari Rp750 juta, selain itu juga ada Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN). Jadi setidaknya setiap nagari mengelolah anggaran sekitar Rp1,5 miliyar," kata dia.

Ia mengatakan alokasi anggaran tersebut cukup untuk mempercepat pembangunan berbagai di masing-masing nagari, yang mana tidak semua infrastruktur di semua nagari dapat terbiaya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten itu.

Melalui dana itu, pemerintah nagari dapat memperbaiki infrastruktur, mulai dari jalan, jalan usaha tani, irigasi, dan sebagainya. Sebab, kata dia pemkab setempat memprioritaskan APBD untuk infrastruktur yang skalanya mendesar dan memberi dapat besar bagi masyarakat.

Kemudian, dana tersebut juga dapat dipakai untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk juga memajukan berbagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) di setiap nagari, sebab pemerintah harus mendorongnya agar bisa tumbuh dan berkembang baik.

"Jika pertanian lancar dan UMKM dapat berkembang dengan baik, maka masyarakat Limapuluh Kota akan sejahtera," kata mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota periode 2005 hingga 2010 tersebut.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke daerah itu dua minggu yang lalu mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp60 triliun untuk dana desa.

Ia menggatakan jumlahnya terus dinaikkan setiap tahun, yang mana awalnya hanya Rp20,8 triliun menjadi Rp40,96 triliun. Kemudian tahun ini dianggarkan Rp60 triliun, dan tahun depan direncanakan Rp120 triliun.

Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang sektor pertanian, seperti memperbaiki irigasi dan membangun embung air bagi desa yang belum memilikinya, sehingga sehingga para petani dapat panen tiga kali dalam satu tahun.

Menurutnya jika sudah ada embung air desa dan irigasi layak tentunya petani tidak akan kelangkaan air lagi jika musim kemarau datang.

Ia menambahkan, dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk penguatan UMKM yang ada di setiap nagari, sehingga pengusaha lokasi dapat berkembang dengan baik. (Sardi)





Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.